Lotim akan Bangun Dermaga Apung di Teluk Ekas

Selong (Suara NTB) – Semua dinas lingkup pemerintah daerah Kabupaten Lotim mengepung rencana penataan kawasan Teluk Ekas Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim. Salah satunya, Dinas Perhubungan (Dishub) yang berencana membangun dermaga apung senilai Rp2,5 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Lotim, Purnama Hadi saat diwawancara di Ekas, menuturkan, dermaga yang dibangun ini menggunakan bahan dasar aquatek. Karenanya dibutuhkan biaya yang cukup besar. Dimana, permeter aquatek ini harganya Rp15 juta.

Iklan

Dermaga Aquatek sendiri akan dibangun sepanjang 80 meter – 3,3 m. Dermaga Apung Ekas ini nantinya berfungsi sebagai tempat sandar perahu-perahu dan kapal-kapal yang mengangkut wisatawan ke sejumlah objek wisata di wilayah Lotim bagian selatan. Dermaga ini juga menjadi tempat sandar tamu wisatawan yang datang dari Lombok Tengah (Loteng) sebagai tempat perhelatan akbar Moto Gp.

Teluk Ekas merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Sesuai hajatan pemerintah daerah Kabupaten Lotim, objek-objek wisata yang ada di Lotim selatan ini terus dibengun karena sebagai penyangga kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang ada di Loteng.

Selain itu, dibanun juga terminal bus yang masuk dalam master plan penataan lingkungan kawasan pinggir pantai Ekas. Nilainya dalam perencanaan Rp2,5 miliar juga. Antara lain penataan lingkungan. Terminal dibutuhkan karena sebagai tempat parkir kendaraan. Sebelum dibuka saat ini saja sudah terlihat cukup ramai sekali wisatawan yang memarkirkan kendaraannya di kawasan pantai Teluk Ekas ini.

Sesuai perintah Bupati, setelah merelokasi puluhan rumah warga kawasan pinggir pantai Desa Ekas ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Lotim bagian selatan. Dalam kawasan pantai Ekas digunakan sebagai tempat berniaga, bermain serta tempat olahraga. Pastinya, kawasan itu nantinya sangat rampat dikunjungi.

Kepala Dishub Lotim menambahkan, sudah dirancang pula penataan jalan dan jalur keluar masuk kawasan wisata Ekas. Rencana, pintu masuk dengan pintu keluar akan berbeda.  “Sesuai instruksi pimpinan jalur masuk ke Ekas ini akan dibuat satu jalur, pintu keluarnya sedang dipersiapkan,” terangnya.

Pintu masuk ke pertigakaan kantror desa Ekas Buana dan keluar nantinya di dusun tenges-enges Desa Ekas. Konsekuensinya, jalan raya ini pun akan diperlebar.  Pembuatan jalur keluar masuk yang berbda ini dimaksudkan guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung. (rus)