Loteng Zona Rawan Peredaran Narkoba

Esty Setyo Nugroho (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) termasuk daerah perlintasan peredaran narkoba di NTB. Mengingat, posisinya sebagai salah satu pintu gerbang NTB. Apalagi banyak pengiriman narkoba dari luar NTB, masuk melalui Loteng, sehingga menempatkan Loteng sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan cukup tinggi peredaran narkoba.

“Dalam hal peredaran narkoba, Loteng masuk ketegori kerawanan sedang. Tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Tapi kondisi ini tetap harus diwaspadai,” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., Rabu, 2 Desember 2020.

Dengan jumlah penduduk kedua terbesar di NTB, Loteng bisa menjadi pasar potensial peredaran narkoba. Bahkan indikasi ke arah itu sudah ada, yakni dengan banyaknya kasus peredaran narkoba yang terungkap di Loteng. Sasaranya pun kebanyakan remaja usia di bawah 20 tahun.

Tahun ini saja, jelas Esty, jajaran Polres Loteng berhasil mengungkap peredaran narkoba sebanyak 652,76 gram ditambah ekstansi sebanyak 4 butir. Sedangkan ganja sejauh ini masih nihil. “Barang bukti narkoba tersebut kita amankan dari 44 orang pelaku. Dengan 37 pelaku di antaranya sudah selesai diproses,” sebutnya.

Dalam upaya menekan peredaran narkoba, Polres Loteng terus melakukan berbagai upaya, baik itu penindakan maupun pengawasan dan pencegahan serta menggandeng berbagai pihak. Termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB, baik itu untuk pencegahan maupun penindakan.

Selain itu para tokoh masyarakat dan agama di daerah ini terus didekati. Karena bagaimana pun melawan narkoba tidak cukup dengan melakukan penindakan saja. Penyadaraan masyarakat akan bahaya narkoba penting dilakukan.  (kir)