Loteng Waspada Demam Berdarah

Praya (Suara NTB) – Kondisi cuaca dalam sebulan terakhir di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) cenderung tidak menentu. Kondisi ini memicu kekhawatiran munculnya sejumlah penyakit. Salah satunya, penyakit demam berdarah. Pemerintah daerah pun telah menyatakan waspada akan merebaknya penyakit yang dibawa oleh nyamuk berbahaya ini.

Terakhir, pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng sendiri telah mendapat laporan kemunculan kembali penyakit demam berdarah. “Jumlahnya belum bisa dipastikan. Tapi yang jelas, sudah ada laporan masuk terkait kemunculan penyakit demam berdarah,” ungkap Kepala Dikes Loteng, dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA, kepada Suara NTB, Jumat (16/9).

Iklan

Menurutnya, munculnya kembali penyakit demam berdarah dikarenakan oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Di mana hujan kadang-kadang turun, diikuti dengan cuaca panas yang menyengat beberapa hari kemudian. Kondisi cuaca seperti itu, lanjutnya, sangat mendukung berkembang biaknya nyamuk demam berdarah. Bahkan perkembangan nyamuk pada kondisi tersebut cukup cepat. “Kalau hujan terus atau panas terus menerus, bukan jadi masalah. Yang jadi masalah kalau hujan kemudian diselingi panas, nyamuk bisa dengan cepat berkembang biak,” terangnya.

Menyikapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat di daerah ini diimbau untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena cara itulah yang dinilai paling efektif dalam melawan dan menangkal serangan nyamuk demam berdarah. Tanpa PSN, sulit untuk bisa melawan atau memberantas sarang nyamuk demam berdarah.

Dalam hal ini, Dikes Loteng sudah menyiapkan upaya lain. Misalnya dengan melakukan fogging atau pengasapan. Tetapi langkah itu sebagai pilihan terakhir dan bersifat penanganan jangka pendek saja. Mengingat, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa saja, tapi tidak sampai memusnahkan jentik nyamuk.

Disinggung jumlah kasus demam berdarah yang terjadi, mantan Direktur RSUD Praya ini mengatakan, hingga pertengahan tahun 2016, tercatat ada sekitar 30 laporan kasus demam berdarah yang masuk. Namun dari jumlah ini tidak seluruhnya dinyatakan positif demam berdarah. Ada yang berstatus suspek. Ada juga yang dilaporkan penyakit lain, tapi serupa dengan demam berdarah. (kir)