Loteng Pertahankan WTP Delapan Kali Berturut-turut

Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT terima penghargaan dari pemerintah pusat atas kebersilan Pemkab Loteng meraih predikat WTP delapan kali berturut-turut, di pendopo Bupati Loteng, Kamis (22/10).

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memperoleh perhargaan khusus dari pemerintah pusat, atas keberhasilannya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait pengelolaan APBD Loteng, sebanyak delapan kali berturut-turut. Penghargaan diserahkan langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan NTB, Syarwan, S.E., M.M., kepada Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., bertempat di pendopo Bupati Loteng, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut Syarwan, mempertahankan raihan WTP delapan kali berturut-turut bukanlah pekerjaan mudah. Butuh komitmen dan kesugguhnya bersama oleh seluruh elemen di daerah ini. Dan, sejauh ini Pemkab Loteng sudah mampu melakukannya. Sehingga wajar pemerintah pusat memberikan apresiasi atau penghargaan kepada Pemkab Loteng.

Iklan

“WTP delapan kali berturut-turut satu prestasi yang sangat membanggakan yang harus bisa terus dipertahankan di masa-masa yang akan datang,” jelasnya. Raihan WTP menunjukkan bahwa dalam mengelola anggarannya Pemkab Loteng sudah berpegang pada prinsip-prinsip akuntabilitas serta sesuai regulasi yang ada.

Hanya saja Pemkab Loteng hendaknya jangan terlena dengan apa yang sudah diraih. Pemkab Loteng diminta terus berbenah diri. Memperbaiki tata kelola anggaran daerah. Karena walaupun sudah memperoleh prediket WTP, masih banyak catatan dan rekomedasi yang harus diperbaiki. “Sinergi di internal pemerintah daerah harus diperkuat. Supaya tata kelola anggaran benar-benar berkualitas,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengajak dalam pengelolaan anggaran daerah kedepan, tidak hanya terpaku pada ketaatan pada aturan saja. Tetapi harus mulai berpikir soal output atau kualitas hasil pekerjaan dari anggaran yang dikelola. Sehingga tata anggaran kelola baik, hasil pekerjaannya juga baik.

Dengan kata lain, jangan hanya terpaku pada kesesuaian laporan kegiatan dengan penggunaan anggarannya saja. Tetapi juga harus diperhatikan sisi kualitas hasil pekerjaannya. Supaya masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaat dari hasil pekerjaan yang ada.

Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., juga mengingatkan jajarannya untuk tidak jumawa atas raihan WTP sebanyak delapan kali berturut-turut tersebut. Menurutnya, raihan tersebut harus bisa menjadi motivasi untuk terus lebih baik kedepan. Jadikan capaian yang ada tersebut sebagai sebagai pemicu semangat untuk terus bekerja lebih giat lagi. Supaya hasil yang diperoleh di masa yang akan datang jauh lebih baik.

Menurutnya, penting memang kedepan bagaimana bisa lebih fokus untuk meningkatkan output dari pengelolaan anggaran yang ada. Tidak kemudian hanya berpikir soal kesesuaian isi laporan keuangan saja. “Untuk itu kami tetap butuh bimbingan serta arahan dari pemerintah pusat,” pungkas Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini. (kir)