Loteng Perkuat PSBD

Warga yang masuk zona merah kini mulai memperketat pengamanan di masing-masing dusun dan lingkungan, dengan memasang pengamanan di jalan masuk ke wilayahnya. Seperti yang dilakukan warga Dusun Jempong Desa Darek. Di mana satu orang warganya terkonfirmasi terpapar virus Corona. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Jumlah Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada Selasa, 26 Mei 2020, melonjak tajam. Di mana total ada tujuh pasien positif Corona tambahan baru di Loteng. Dengan begitu, total ada 15 kasus positif Corona yang masih terkonfirmasi hingga saat ini. Menyikapi, lonjakan kasus positif Corona ini Pemkab Loteng menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan di bawah untuk memperkuat Pembatasan Sosial Berskala Dusun (PSBD) ataupun lingkungan (PSBL).

Kebijakan ini menurut Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., Rabu, 27 Mei 2020 penting dilakukan. Hal ini untuk mempermudah pengawasan pergerakan masyarakat, sehingga potensi penyebaran virus Corona di daerah ini bisa ditekan. “Menyikapi merebaknya kembali kasus Covid-19 di Loteng, Bupati Loteng sudah menginstruksikan jajaran di bawah agar memperkuat PSBD atau PSBL. Hal ini sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona,” terangnya.

Iklan

Herdan mengatakan, penyebaran virus Corona di Loteng saat ini diduga sudah melalui transmisi lokal. Mengingat, klaster Gowa maupun klaster lainnya yang selama ini menjadi sumber penyebaran virus Corona sudah tertangani seluruhnya. “Klaster yang ada sekarang justru dari klaster rumah sakit,” ujar Herdan.

Artinya, virus Corona sekarang tidak lagi dibawa oleh orang yang melakukan perjalanan keluar daerah. Tapi sudah dibawa oleh orang yang melakukan perjalanan dalam daerah. Termasuk tenaga medis yang bekerja di rumah sakit ataupun masyarakat yang pernah berkunjung ke rumah sakit yang merawat pasien positif Corona.

Sehingga langkah yang paling efektif sekarang ialah dengan melakukan penyekatan di tingkat dusun di bawah koordinasi pemerintah desa. Dengan kebijakan penguatan PSBD atau PSBL tersebut diharapkan sekaligus juga bisa menjadi wahana sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya virus Corona.

Sementara itu, Kepala Dusun Jempong Desa Darek, Junaidi, mengatakan, pihaknya sudah memberlakukan PSBD sejak dua hari terakhir. Pasca adanya laporan warga yang terpapar virus Corona di desa setempat dengan memperketat pengawasan orang keluar dan masuk ke wilayahnya.

“Bagi warga luar yang datang kita wajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu,” terangnya. Dan, tidak semua warga luar yang diperkenankan masuk. Hanya bagi yang punya kepentingan mendesak saja. Kalau hanya sekedar datang berkunjung, sementara tidak diperkenankan masuk. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional