Loteng Percepat Persiapan RS Darurat Covid-19

Bupati Loteng,H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., bersama Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, mengecek langsung kondisi eks Aerotel Praya yang bakal dijadikan RS darurat Covid-19, Rabu, 21 Juli 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) bergerak cepat mempersiapkan eks bangunan Aerotel Praya yang bakal dijadikan Rumah Sakit (RS) darurat khusus bagi pasien Covid-19. Pembersihan area bangunan pun telah dimulai Rabu, 21 Juli 2021. RS darurat Covid-19 itu ditargetkan sudah bisa dioperasikan pekan depan.

“Target kita paling lambat pekan depan RS darurat ini sudah bisa dioperasikan,” sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Lalu Firman Wijaya, S.T., kepada Suara NTB di sela-sela mengecekan kondisi bangunan eks Aerotel Praya bersama Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., dan Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., Rabu, 21 Juli 2021.

Iklan

Firman mengatakan, total ada sekitar 36 kamar yang bisa dijadikan ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di RS di sana. Jumlah tersebut masih memungkinkan ditambah sesuai kebutuhan. “Kita siapkan dulu sesuai kemampuan, kalau memang butuh penambahan masih bisa dilakukan,” ujarnya.

Pihaknya dalam hal ini butuh waktu beberapa hari untuk mempersiapkan bangunan tersebut, supaya layak dan siap ditempati. Mengingat bangunan tersebut sudah cukup lama tidak ditempati. Setelah sebelumnya sempat digunakan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tanpa gejala tahun 2021 lalu.

“Barangnya (bangunan) sebenarnya sudah siap. Tinggal dibersihkan saja. Jadi nanti satu kamar itu bisa untuk satu tempat tidur. Jadi antar pasien tempat tidur dan kamarnya terpisah,” tambah Firman.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, dr. Muzakir Langkir mengatakan, dengan pengoperasian RS darurat Covid-19 tersebut Loteng nantinya bakal menambah daya tampung pasien Covid-19. Dari yang ada saat ini sebanyak 96 tempat tidur, menjadi 132 tempat tidur.

“Saat ini kita sudah menambah tempat perawatan pasien Covid-19 di RSUD Praya menjadi 96 tempat tidur. Ditambah yang ada di RS darurat ini, tempat perawatan yang kita miliki bakal lebih banyak,” sebut Langkir.

Ketersediaan tempat perawatan pasien Covid-19 sendiri sangat berpengaruh terhadap salah satu indikator penilaian Covid-19 yakni Bed Occupancy Rate (BOR). Di mana dengan penambahan tempat perawatan pasien Covid-19 tersebut secara tidak langsung akan mampu menekan prosentase BOR Loteng yang sebelumnya cukup tinggi.

“Dengan jumlah pasien Covid-19 yang saat ini dirawat sebanyak 22 orang dari 34 pasien yang terindikasi Covid-19, prosentase BOR Loteng sudah dibawah 60 persen. Apalagi dengan dioperasikannya RS darurat ini, maka prosentase BOR kita akan semakin rendah,” terangnya.

Pihaknya sudah menyiapkan fasilitas pendukung untuk pengoperasianl RS darurat Covid-19 tersebut. Mulai dari ventilator sampai sarana penunjang lainya. “Segera setelah bangunannya siap, sarana pendukung juga akan langsung kita geser,” tutup Direktur RSUD Praya ini. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional