Loteng Jadi Percontohan Program Desa Ternak

Ilustrasi ternak dengan pakannya. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal menjadi daerah percontohan program pengembangan desa ternak khusus sapi oleh pemerintah pusat. Tahun ini sebanyak 1.000 ekor sapi jenis Brahman Cross bakal diterima dan akan dikembangkan di lima desa lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut. Masing-masing Desa Mertak, Bangket Parak, Sukadana, Teruwai serta Desa Pengengat.

“Loteng bakal jadi pencontohan untuk program 1.000 desa ternak ini,” ungkap Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, kepada wartawan, usai menerima kunjungan Direktur Pakan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, di Pendopo Bupati Loteng, Selasa, 13 Oktober 2020.

Iklan

Untuk itu, Loteng tidak boleh gagal. Program tersebut harus sukses dilaksanakan di Loteng. Karena itu bukan hanya menyangkut soal keberlanjutan program tersebut. Tetapi juga soal nama baik daerah. Pasalnya, kalau sampai gagal maka ke depan sulit bagi Loteng untuk memperoleh program serupa dari pemerintah pusat.

Dalam hal ini, ujarnya, Pemkab Loteng akan mendukung penuh program tersebut. Apa yang dibutuhkan demi mensukseskan program tersebut selama itu bisa diusahakan oleh Pemkab Loteng, akan diusahakan semaksimal mungkin. Misalnya, terkait kesiapan lahan untuk pembangunan kandang kompleks, saat ini tengah diupayakan dicarikan lahan milik pemerintah daerah yang bisa digunakan sebagai lokasi pembangunan kandang.

Tidak hanya masyarakat yang terlibat langsung dalam program tersebut. Tetapi juga yang lain. Karena jelas akan banyak pihak yang terlibat nantinya. Mengingat, program pengembangan desa ternak tersebut merupakan program terintegrasi yang bakal membawa dampak bagi sektor lain.

Misalnya, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut nanti akan dibangun pabrik pakan. Untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang dikembangkan tersebut. Pabrik pakan tersebut jelas butuh bahan baku dan itu bisa disiapkan oleh masyarakat, seperti rumput, kompos dan bahan baku lainya.

Sementara itu, Direktur Pakan pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan (PKH) Hewan Kementerian Pertanian, drh. Makmun,M.Sc., mengatakan program pengembangan desa ternak sudah ditetapkan dilaksanakan di lima desa di Kecamatan Pujut. Nantinya masing-masing desa akan menerima sebanyak 200 ekor sapi, sehingga total sapi yang akan diterima sebanyak 1.000 ekor.

Dipilihnya lima desa lingkar KEK Mandalika tersebut karena salah satu tujuan adanya program desa ternak tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan daging berkualitas di kawasan The Mandalika. “Kenapa di Kecamatan Pujut, karena program ini akan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan khususnya daging di kawasan The Mandalika nantinya,” tambah Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Hj. Budi Septiani. (kir)