Loteng Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Pilkades

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) bergerak cepat untuk menyelesaikan sengketa pemilihan kepala desa (pilkades) yang terjadi pada pelaksanaan pilkades serentak tahun ini. Pemkab Loteng membentuk tim penyelesaian sengketa yang terdiri dari 9 orang dari berbagai unsur. Mulai dari unsur kepolisian, kejaksaan, DPRD Loteng hingga dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tim tersebut diharapkan bisa membantu menuntaskan dan mencarikan solusi atas sengketa pilkades yang terjadi. “Ada tiga desa yang pilkadesnya bersengketa. Dan, ini menjadi tugas Tim Sembilan untuk menyelesaikannnya,” tegas Koordinator Tim Sembilan, Suhaimi, S.H., kepada Suara NTB, Kamis, 15 September 2016.

Iklan

Ketiga desa yang bersengketa, ungkapnya, yakni Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya, Desa Puyung Kecamatan Jonggat serta Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. Di mana persoalan di tiga desa, karakteristik persoalannya berbeda-beda. Tapi untuk Desa Puyung dan Ranggagata, bisa dikatakan hampir sama persoalannya.

Ia menegaskan, Tim Sembilan menargetkan bisa menuntaskan persoalan sengketa pilkades dalam tiga hari ke depan, sehingga proses penyelesaiannya dilakukan secara marathon dengan langsung memanggil panitia pilkades di desa yang pilkadesnya bermasalah. Termasuk pihak pelapornya sendiri.

“Hari ini (Kamis kemarin,red) tim langsung berkerja begitu terbentuk. Dengan agenda awal, pemanggilan panitia pilkadesnya,” sebutnya.

Setelah itu, panitia pilkades dan pelapor dipertemukan untuk dimediasi. Hasil dari mediasi itulah yang nantinya akan dijadikan keputusan bersama untuk dijalankan bersama-sama tanpa mengganggu tahapan pilkades yang sudah berjalan.

Dikatakanya, terkait sengketa pilkades sebenarnya sudah ada tim pengawas dan penyelesaian sengketanya. Namun atas dasar efektivitas kerja, tim pengawas bersama dengan tim penyelesaian sengketa pilkades kabupaten, bersepakat membentuk Tim Sembilan, supaya penanganan sengketa pilkades bisa lebih cepat. (kir)