Loteng Batal Terapkan ‘’Full Day School’’

Praya (Suara NTB) – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang akan menerapkan kebijakan Full Day School (FDS) atau lima hari sekolah batal dilakukan. Sikap tersebut diambil Disdik Loteng setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) beberapa hari sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik Loteng, H. Sumum, S.H.M.Pd., kepada Suara NTB, Sabtu, 17 Juni 2017.

Dikatakannya, Kemendiknas sendiri dipastikan akan tetap menjalankan kebijakan lima hari sekolah tersebut. Tetapi tidak secara menyeluruh di semua sekolah. Hanya di beberapa sekolah dan di beberap daerah tertentu saja. Karena rupanya pemerintah pusat ingin menguji coba terlebih dahulu kebijakan tersebut. Sebelumnya kemudian kebijakan itu diterapkan secara nasional.

Iklan

“Oleh pemerintah pusat, kita diberikan kebebasan untuk memilih. Langsung menerapkan kebijakan tersebut tahun ajaran baru ini atau menunda. Dan, diputuskan untuk tidak menerapkan dulu kebijakan tersebut,” terangnya.

Setelah ini pihaknya berencana akan mengumpulkan semua pihak yang terkait. Mulai dari kepala sekolah, Dewan Pendidikan dan pihak-pihak lainnya, untuk membahas kebijakan lima hari sekolah tersebut. Sekaligus untuk melihat kesiapan di masing-masing sekolah, terhadap kebijakan tersebut.

“Kita ingin tahu terlebih dahulu respon dari pihak-pihak terkait didaerah ini, sebelum mementukan sikap. Apakah akan menerapkan kebijakan lima hari sekolah itu atau tidak. Terutama dari pihak sekolah. Tapi yang jelas, untuk tahun ajaran ini kebijakan tersebut tidak akan diterapkan,” timpalnya.

Pihaknya berharap, sekolah-sekolah didaerah ini benar-benar siap terlebih dahulu. Baru kemudian kebijakan tersebut dilaksanakan. Jangan sampai kemudian ada kesan dipaksakan. Padahal sekolah didaerah belum siap menerapkan kebihakan full day school tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, Drs. H.Nasri Anggara mengatakan, pada prinsipnya kalau untuk madrasah, kebijakan lima hari sekolah tersebut tidak masalah. Dengan kata, madrasah di Loteng siap menerapkan kebijakan tersebut. Tapi bagaimanapun itu, tetap kembali kepada keputusan pemerintah pusat.

  Berprestasi, SMPN 7 Mataram Jadi Tempat Studi Banding Pendidikan

Terlebih bagi lembaga pendidikan agama khususnya, pola lima hari sekolah bukanlah hal baru. Bahkan di Loteng sudah ada beberapa madrasah yang menerapkan kebijakan tersebut. Tapi karena belum menjadi keputusan pusat secara nasional, maka kebijakan lima hari sekolah belum diterapkan secara menyeluruh.

“Prinsipnya kita menunggu kebijakan pusat. Kalau memang kita diperintahkan untuk menerapkan kebijakan ini, kita siap,” imbuhnya.

Namun pihaknya berharap, sebelum kebijakan tersebut diterapkan ada baiknya pemerintah pusat melakukan sosialisasi secara masif. Sehingga sistem dan pola dari kebijakan tersebut benar-benar dipahami oleh pihak sekolah terutamanya. Agar pada pelaksaannya nantinya, kebijakan lima hari sekolah tersebut benar-benar maksimal. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here