Loteng Alokasikan Rp4,6 Miliar Bangun Huntara

Sekda Loteng,  H. M. Nursiah (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi fokus Pemkab Lombok Tengah (Loteng) saat ini. Penyelesaian ini sebagai bagian dari penanganan bagi korban gempa sembari menunggu proses pembangunan huntap (hunian tetap) dilaksanakan.

Hal itu ditegaskan Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Senin,  22 Oktober 2018. Ia menjelaskan, untuk membangun huntara bagi korban gempa Pemkab Loteng pada APBD perubahan tahun ini telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4,6 miliar yang diperuntukan khusus bagi korban gempa yang rumahnya roboh atau rusak berat. Harapannya, korban gempa yang rumahnya rusak berat, memiliki tempat berlindung sementara, khususnya pada musim hujan nanti.

Iklan

“Fokus penanganan tetap pada korban gempa yang rumahnya rusak berat atau roboh. Supaya para korban gempa ini tidak terus bertahan ditenda-tenda darurat,” ujarnya.

Pembangunan huntara saat ini masih terus berjalan hingga dua bulan ke depan, karena saat ini masih pada transisi darurat sampai memasuki akhir tahun mendatang. “Kan anggarannya sampai bulan Desember. Jadi memang harus sudah tuntas akhir tahun ini,” ujar Nursiah.

Koordinasi dengan pihak terkait sejauh ini juga masih terus dilakukan, baik itu yang terkait pengelolaan anggaran maupun terkait penananganan para korban. Mengingat, dari data korban gempa yang ada, masih banyak yang belum terdata dan harus segera dituntaskan.

Disinggung terkait pembangunan hunian tetap bagi korban gempa, Nursiah mengaku juga masih berproses untuk anggaran pembangunannya. Hanya memang, karena anggarannya bersumber dari pemerintah pusat, maka ada mekanisme yang harus dijalankan.

“Kalau untuk pembangunan hunian tetap anggarannya dari pusat. Dan, dalam hal penggunaan dana pusat ada tata caranya sendiri,” sebutnya.  (kir)