Loteng ‘’Penyelamat’’ Penurunan Angka Kemiskinan NTB

Wagub NTB,  Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Kontribusi Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di NTB, diakuinya cukup signifikan. Bahkan, Loteng bisa dikatakan sebagai penyelamat bagi NTB dalam menurunan angka kemiskinan pada tahun 2018 lalu. Di mana angka kemiskinan NTB bisa turun hingga angka 14,3 persen. Padahal NTB baru saja ditimpa musibah gempa bumi.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, usai menyaksikan penandatangan kontrak kerja tenaga pendamping desa dan tenaga operator komputer di Pendopo Bupati Loteng, Rabu,  30 Januari 2019.

Iklan

Hal itu terjadi dikarenakan ada beberapa daerah di NTB yang berhasil menekan angka kemiskinannya dan, Loteng menjadi daerah dengan angka penurunan kemiskinan terbesar mencapai 1,4 persen. “Jadi bisa dikatakan Loteng sebagai penolong bagi NTB, untuk menurunkan angka kemiskinan di tahun 2018 lalu,” sebutnya.

Diakuinya, untuk bisa menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,4 persen bukan urusan mudah. Butuh usaha dan kerja keras untuk bisa mencapai angka tersebut. Tetapi Loteng mampu melakukan hal itu. Dan, apa yang diraih Loteng tersebut diharapkan bisa menjadi pemacu semangat bagi Loteng khususnya dan daerah-daerah lainya di NTB, untuk terus menjaga semangat menurunkan angka kemiskinan.

“Kalau Loteng bisa konsisten dengan capaian tersebut begitu pula daerah-daerah lainnya, kita optimis angka kemiskinan di NTB bisa mencapai angka di bawah dua digit dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Untuk mengapai harapan tersebut, tentu tidak bisa kemudian hanya mengandalkan Loteng saja. Sinergistitas dengan pemerintah provinsi juga harus diperkuat, termasuk dengan kabupaten/kota lainnya. Agar bagaimana kemudian persoalan kemiskinan ini dikeroyok bersama dan bukan hanya jadi beban daerah tertentu saja.

“Semangat untuk terus berpacu menurunkan kemiskinan harus terus dijaga bersama. Pemerintah provinsi dalam hal ini juga akan mengambil peran maksimal membantu kabupaten/kota di NTB, menurunkan angka kemiskinan,” imbuhnya. (kir)