Lonjakan Harga Cabai Diproyeksi Berlanjut

Petani cabai bergembira, bagi yang masih bisa panen. Karena harga cabai melambung tinggi. Dan diperkirakan akan terus berlanjut. Jika pemerintah tak mengambil langkah strategis.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Harga cabai melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Harganya memang tinggi di tingkat petani. Lonjakan harga ini diproyeksi masih akan berlanjut. Asniah, salah satu pedagang lapak di Kota Mataram mengeluhkan tingginya harga cabai sampai Rp100.000 sekilo, bahkan lebih.

Harga cabai ini dianggap cukup tinggi di tengah lesunya pendapatan masyarakat. Asniah adalah pedagang nasi bungkus. Kenaikan harga cabai ini berdampak ke pembengkakan biayanya membuat sayur mayur untuk melengkapi menu nasi bungkus yang dijualnya. “Ayo dong (pemerintah). Tangani harga cabai yang tinggi ini. sekarang sudah lebih dari seratus ribu sekilo harganya. Yang berat kita pedagang-pedagang kecil,” keluhnya kepada Suara NTB.

Iklan

Harga cabai memang sedang tinggi. Ditingkat petani, Ahsanuddin, salah satu pengepul cabai di Aikmel, Kabupaten Lombok Timur mengatakan harga belinya Rp80.00 sekilo, bahkan lebih. Selain itu, ketersediaan di petani sangat kurang. Apa yang disampaikan Ahsanuddin ini kemudian diperkuat oleh Ketua Asosiasi Cabe Indonesia Provinsi NTB, H. Subhan, pengepul besar di Lombok Timur, NTB.

Dikatakannya, ketersediaan pasokan cabai di lapangan sangat kurang akibat curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan. Cabai adalah salah satu komoditas pertanian hortikultura yang tidak cukup kuat dengan iklim dingin. Curah hujan yang masih tinggi membuat cabai petani mengalami kerusakan. Tidak maksimal berbuah matang. Akibatnya, petani harus melakukan panen lebih cepat. Walaupun buah cabainya masih hijau.

“Kala terus menerus hujan seperti ini, gagal petani panen cabe. Sampai puasa, harga cabai bisa lebih tinggi,” ujarnya. H. Subhan mengatakan, ia juga terus menerus menanam cabai. Harapannya, pertumbuhannya bagus. Didukung cuaca yang baik. Penanaman cabe saat ini akan berbuah dan panen sekitar tiga bulan ke depan.

Untuk itu, harus ada cara untuk menyiasati harga cabai tak terus melambung, apalagi saat puasa nanti. “Puasa sebentar lagi. Kalau hujan terus menerus begini. Cabai yang ada bisa gagal panen. Dari luar daerah juga tidak ada cabai. Kondisi kita sama. Tidak bisa kita harapkan dari masuknya cabai luar,”  jelas H. Subhan. Karena itu, salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah menggalakkan terus menerus penanaman cabai. Bisa langsung di lahan-lahan pertanian.

Dengan catatan, lahan pertanian dimodifikasi agar tidak tergenang terus menerus  atau bisa juga mengembangkan penanaman cabai di pot-pot dan pekarangan, kata H. Subhan. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional