Longsor, Satu Keluarga di Pemenang Tertimbun

Tanjung (Suara NTB) – Hujan lebat yang mengguyur Lombok Utara sejak Senin, 19 Desember 2016 pagi hingga malam hari menelan korban. Di Dusun Terengan Lauk, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, salah satu rumah milik warga, Muzawir Hadi (35 tahun) diterjang longsoran tebing yang berada tidak jauh dari kediamannya. Tembok rumah bobol, hingga menimbun Muzawir beserta anak dan istinya.

Menurut penuturan Amaq Muhsinin, Selasa, 20 Desember 2016 pascalongsor, kejadian robohnya struktur tebing setinggi 4 meter yang tidak jauh dari kediaman anak dan cucunya itu sekitar jam 12 malam hari. Saat itu, cuaca sedang dingin dan seisi rumah tengah terlelap. Beban material longsor tidak mampu ditahan tembok rumah, mengakibatkan tembok jebol dan menimbun penghuni rumah yang saat itu tengah tertidur di ruang keluarga.

Iklan

“Mereka tidur di teras ruang tamu, di sana ada TV. Sebelum kejadian (sebelum mati lampu ) mereka menonton TV sambil tiduran,” kata Muhsinin kepada wartawan.

Korban satu keluarga yang tertimbun longsor antara lain, Muzawir (kepala keluarga), Sartika Wati (istri Muzawir, 31) dan kedua anaknya, Iza Hariri Iliyin Robani (9 tahun) dan Ahsanil Majid (5 bulan). Ke empatnya tertimbun material longsor yang sebagian besarnya adalah material tanah. Beruntung meski dalam posisi telentang, ke empat korban tidak tertimbun seluruhnya.

Muzwir disebutkan tertimbun setengah badan, begitu juga Sartika dan bayi 5 bulan, Ahsanil Majid. Namun tidak demikian dengan Iza Hariri, ia terpaksa harus dirujuk ke IGD RSUD Tanjung, karena terkena longsoran tanah di bagian muka.

Hamzan, warga yang juga keluarga korban mengaku, Iza Hariri sedikit parah. Akibat longsor, korban mengalami luka memar di bagian wajah. Menurut pengakuan Hamzan, ke empat korban mendapat pertolongan setelah warga mendengar teriakan Sartika, dari dalam rumah. Itu pun jeda waktu kejadian hingga pertolongan lebih dari 20 menit.

“Sartika sempat tertimbun tapi masih bisa bangun menggendong bayinya lalu berteriak minta tolong. Mendengar itu, warga berhamburan memberi bantuan,” katanya.

Usai mengangkat tubuh korban dari longsoran, ke empatnya langsung dilarikan ke Puskesmas Pemenang sekitar pukul 1.30, Selasa dini hari. Apes bagi Iza, ia harus mendapat rujukan ke IGD RSUD Tanjung. Di saat kejadian, Iza digotong warga dalam keadaan pingsan.

Terpisah, dr. Anita Rahman yang menangani korban Iza, saat ditemui di RSUD mengakui pasien sempat mendapat perawatan di Puskesmas Pemenang hingga Selasa pagi. Tepatnya sekitar pukul 10.30 wita, pasien masuk ke IGD RSUD Tanjung. Pasien saat dirujuk dalam keadaan sadar penuh,.

“Kami menerima rujukan dari puskesmas hanya satu pasien. Begitu masuk, pasien langsung diobservasi, hasilnya ditemukan luka memar di bagian wajah. Kondisi motorik lainnya dalam keadaan bagus,” ungkap Anita.

Penjelasan mengenai lamanya waktu korban tertimbun longsor pihak medis berbeda dengan keterangan warga. Jika warga memperkirakan korban tertimbun lebih dari 20 menit, pihak medis justru memperkirakan sekitar 10 hingga 15 menit. Korban bahkan sudah melewati masa kritis 10 jam, sehingga secara umum kondisi korban badan yang lainnya juga dalam kondisi normal. Karena, korban sudah melewati masa kritis 10 jam lalu, dan pihaknya masih memantau kesadarannya.

“Kita akan membolehkan pulang, kalau sudah mendapatkan perawatan 2-3 hari,” pungkasnya.

Sementara, menurut pengakuan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan BPBD Lombok Utara, M. Sa’i, lokasi longsoran yang menimpa rumah warga termasuk wilayah zona merah untuk bencana longsor dengan tingkat potensi kejadian cukup tinggi.

Spesisik di lokasi kediaman rumah korban, sebenarnya berada di wilayah lereng. Lokasi itu dulunya telah dikeruk dan diratakan oleh warga kemudian didirkan rumah. Kerukan yang ditahan dengan talud tegak lurus inilah yang kemudian mengalami longsor dan membobol rumah warga.

“Tembok jebol panjangnya 3 sampai 4 meter dengan tinggi jebolan 4 meter, cuma panjang longsorannya antara 5 sampai 5,5 meter. Rumah di sebelahnya sudah mulai ada tanda pergerakan tanah, terlihat dari fondasi yang mulai retak. Kami sudah mengimbau masyarakat lebih waspada, selama longsoran tidak tertangani dengan baik, kita tidak rekomendasikan untuk ditempati,” kata Sa’i.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara, mengaku penanganan korban gempa sudah dilakukan. Usai mendapat informasi, ia langsung menginstruksikan jajarannya terjun ke lokasi. BPBD langsung melakukan pembersihan, dan menyiapkan 300 karung untuk pembuatan talud baru.

Personel BPBD di lokasi dibantu pula oleh jajaran TNI, Kepolisian, Tagana Dinas Sosial, Kantor Kebersihan, Pol PP serta camat dan desa. “Untuk logistik sudah ditangani Dinas Sosial, sedangkan perbaikan rumah warga kami masih harus koordinasikan dengan pemerintah daerah,” demikian Iwan Maret. (ari)