Longgarkan Syarat Masuk NTB

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

PEMPROV mulai melonggarkan syarat masuk NTB bagi pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi udara atau menggunakan pesawat. Sebelumnya, syarat pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi udara harus mengantongi kartu vaksin dan hasil swab PCR negatif Covid-19.

Namun sekarang, persyaratannya dilonggarkan dengan menunjukkan hasil rapid test antigen dan kartu vaksin dosis kedua. Atau kartu vaksin dosis pertama dan hasil swab PCR.

Iklan

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., membenarkan soal pelonggaran syarat masuk NTB bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara. ‘’Iya benar. Itu  sesuai Pergub No.180/11/Kum/2021,’’ kata Eka dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 2 September 2021.

Eka menjelaskan, pelonggaran aturan diberlakukan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk penumpang yang mau masuk NTB mulai Kamis, 2 September 2021. ‘’Mulai berlaku hari ini (kemarin, red),’’ tandas Eka.

Sebelumnya hasil rapat analisa dan evaluasi penanganan Covid-19 di NTB, Senin, 30 Agustus 2021, kasus Covid-19 mulai menunjukkan pelandaian. Hal tersebut terlihat dari angka positivity rate yang turun tajam menjadi 4,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 8,97 persen.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi NTB, pekan sebelumnya per 28 Agustus 2021, angka positivity rate di NTB sebesar 8,97 persen. Dengan rincian, Kota Mataram 15,46 persen, Lombok Barat 13,26 persen, Lombok Tengah 14,74 persen, Lombok Utara 11,23 persen, Lombok Timur 9,36 persen, Sumbawa Barat 16,54 persen, Sumbawa 11,6 persen, Dompu 6,46 persen, Bima 6,25 persen, dan Kota Bima 7,52 persen.

Dari hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan Senin, 30 Agustus 2021, angka positivity rate NTB turun drastis menjadi 4,8 persen.

Selain positivity rate, cakupan testing terus mengalami peningkatan dari awalnya sangat sulit untuk mencapai 1/1000 penduduk per pekan. Namun, target tersebut terlampaui pada pekan terakhir. Cakupan testing mencapai 1,99/1000 termasuk dalam kelompok memadai.

Sebagian besar kabupaten kota telah testing dengan cakupan yang memadai kecuali Bima, Lombok Tengah, Sumbawa dan Lombok Timur. Dengan peningkatan testing diharapkan positivity rate akan terus mengalami penurunan sampai pada level memadai.

Sedangkan pada kegiatan tracing, mengalami penurunan dibanding beberapa minggu sebelumnya. Kasus konfirmasi ditracing mencapai 57,2 persen dengan rasio kontak erat 7,9 persen. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional