GHA Siap Bangun Pariwisata KLU

Anggota GHA pose bersama usai pembentukan, Senin, 3 Februari 2020. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Gili Hotel Asociation (GHA) secara resmi dibentuk kembali oleh pelaku usaha, Senin, 3 Februari 2020. Kalangan pelaku usaha ini pun, antuasias menyambut organisasinya untuk mendukung pembangunan pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Ketua GHA, Lalu Kusnawan, Selasa, 4 Februari 2020 mengungkapkan, asosiasi yang sekarang dibangun sempat vakum. Asosiasi ini sejatinya sudah terbentuk 4 tahun lalu, namun tidak aktif, karena kendala legalitas.

“GHA sebenarnya sudah terbentuk empat tahun lalu. Tapi belum ada legalitas. Sekarang GHA sudah punya akte pendirian dan sudah resmi,” ujar Kusnawan.

Baca juga:  Dekranasda NTB Dukung Promosi Mandalika Lewat Genposting

Asosiasi ini, kata dia, akan bekerja profesional mewakili kepentingan pengusaha dan karyawan. GHA misalnya, akan mengurus hak dan kewajiban menyangkut BPJS karyawan. GHA sendiri sudah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk menyediakan faskes untuk karyawan anggota asosiasi.

“Alhamdulillah sudah tersedia sekarang. Karyawan sudah dilayani dokter yang terdaftar di BPJS,” sebutnya.

Baca juga:  NTB-Bali, Kekuatan Bersama dan Masa Depan Pariwisata

Hanya saja, sebut dia, hingga saat ini belum ada fasilitas BPJS kesehatan yang dapat diakses oleh karyawan di wilayah tiga Gili. Pihaknya berharap, karyawan anggota asosiasi dapat dengan mudah memeriksa kesehatan di pulau tanpa harus menyeberang ke Lombok.

Tidak hanya itu, GHA juga memiliki program utama yakni bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan SDM masyarakat di tiga gili. GHA akan membuka program kursus Bahasa Inggris dasar bagi siswa sekolah. Kursus diharapkan berimplikasi pada kecakapan sumber daya masyarakat, sehingga dapat diserap pasar kerja.

Baca juga:  ‘’The New NTB, Toward Sustainable Tourism’’

Secara perspektif bisnis, Kusnawan juga menyinggung upaya GHA untuk memperjuangkan pengendalian tarif air bersih. Sebagaimana tarif air bersih PT. BAL sebelumnya, mengalami kenaikan signifikan. “Setelah kita perjuangkan akhirnya tarif air tidak langsung naik. Tetapi bertahap mulai Januari hingga Juni 2020,” tandasnya. (ari)