Beranda Lombok Utara Pemda KLU Dapat Bantuan Kapal Angkut Sampah

Pemda KLU Dapat Bantuan Kapal Angkut Sampah

Bupati KLU H. Najmul Akhyar saat serah terima kapal dari Pelni, Rabu, 22 Januari 2020. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat dukungan untuk mempercepat proses penanganan sampah di tiga Gili. Bantuan tersebut berupa satu unit kapal dari PT. Pelabuhan Nasional Indonesia (Pelni).

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan persampahan B3 dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LH PKP) KLU, Dewa Purwa, Kamis, 23 Januari 2020, satu unit kapal itu sudah diserahkan oleh PT. Pelni kepada Pemda KLU, Rabu, 22 Januari 2020. Kapal itu diketahui lebih besar dari Kapal Perhubungan yang sudah dimiliki lebih dulu.

“Ukuran GT-nya (gross tone) belum sempat kita tanyakan, tapi kapalnya sendiri sudah sandar di Bangsal,” ungkap Purwa.

Kapal bantuan Pelni ini sendiri diakui mampu mengangkut 3 unit kendaraan dump truck. Untuk mengangkut sampah tiga Gili, maka sekali rit dengan dua dump truck dianggap cukup untuk membersihkan sampah secara harian.

Hanya saja, menjadi kendala kata Purwa, operasional kapal masih dicarikan solusinya. Pasalnya, kapal bantuan ini baru diperoleh sedangkan pada APBD 2020 yang disepakati lebih dulu tidak memproyeksikan anggaran operasional kapal.

“Biaya operasional kapal belum tersedia di DPA. Wajar saja karena kapal ini baru kemarin kita terima. Tapi, kami di Bidang dengan Pak Kadis masih hitung-hitung berapa kebutuhan operasional per hari. Minyak berapa, untuk dump truck berapa, dan roda tiga berapa,” ujarnya.

Purwa berharap, dengan sistem anggaran yang akan disepakati nantinya Kapal Pelni tersebut dapat segera dioperasionalkan. Mengingat produksi sampah terus berjalan setiap hari, sehingga pengangkutannya ke darat juga harus berimbang.

Dengan kapal baru ini, proses angkut lebih mudah. Dump truck akan turun di titik penjemputan sampah. Setelah sampah dinaikkan, dump truck akan langsung naik ke kapal dan turun di titik labuh untuk selanjutnya diteruskan ke TPA. “Yang jelas segera akan kita operasionalkan, kita masih rancang untuk buatkan tempat sandar di Ombak Belek (Pantai Sira), di sana ada lokasi tanah GG yang bisa kita manfaatkan,” tandasnya. (ari)