E-Ticketing Diluncurkan, Wagub dan Bupati Minta PAD Ditarik Online

Pihak GOERS melakukan demo pesanan e-ticketing di dihadapan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar dan para pejabat lainnya. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Hajat menekan kebocoran PAD jasa masuk kawasan wisata melalui inovasi e-ticketing yang diluncurkan Kamis, 23 Januari 2020, tampaknya masih sulit terwujud. Pasalnya, aplikasi e-tiket yang didukung oleh Kemendes PDT, BNPB, Pemprov NTB, KOMPAK dan GOERS itu, masih menerapkan pakem lama (manual) dalam menarik PAD. Aplikasi GOERS hanya mengamankan pesanan charteran (ongkos angkut) boat saja secara terkomputerisasi.

Pakem manual dalam penarikan PAD sesuai Perda 2 tahun 2010 di pintu masuk tiga gili itu, diketahui setelah pihak GOERS melakukan demo pesanan e-ticketing di hadapan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar dan para pejabat lainnya.

Sebagaimana dijelaskan, orderan e-ticketing dapat dilakukan melalui tahapan berikut; calon pengunjung masuk ke aplikasi, memilih tiket, jenis kapal, tanggal berangkat, dan jumlah tiket pesanan. Berikutnya pemesan diarahkan menulis data pemesan dan metode pembayaran online.

Baca juga:  Lomba Foto Pariwisata dan Budaya, Bank NTB Syariah Siapkan Hadiah Rp60 Juta

‘’Pembayaran ini tidak termasuk retribusi, tapi retribusi dan jasa Syahbandar dibayar di tempat melalui petugas,’’ terang staf GOERS.

Mendengar penjelasan itu, Wagub langsung mengajukan pertanyaan. ‘’Kenapa tidak sekalian retribusi dibayar secara online,’’ tanyanya.

Inovasi e-ticketing ini diminta pula oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., untuk dilengkapi. Menurut Bupati, PAD jasa masuk kawasan wisata dengan besaran Rp2.000 per orang domestik dan Rp5.000 per orang wisatawan mancanegara masuk dalam sekali pembayaran.

‘’Makanya kita minta kalau bisa retribusi itu masuk langsung ke tiket itu. Karena itu kan ada Rp2 ribu dan Rp5 ribu supaya masyarakat tidak membayar dua kali begitu. Makanya saya sudah sampaikan di sana kalau bisa retribusinya langsung masuk ke sana ke e-ticketing itu,’’ ujar bupati.

Baca juga:  Monumen Mataram Metro dan Tembolak akan Dihubungkan

Kendati demikian, baik Wagub dan bupati menganggap, sistem online e-ticketing ini sebagai terobosan baru. Rohmi mengingatkan, pelayanan publik oleh pemerintah di daerah tidak bisa menghindar dari keharusan menggunakan teknologi. Dengan cara ini akan menjamin keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Wagub menyebut, sektor pariwisata adalah andalan Pemerintah Provinsi dan KLU. Kemajuan sektor ini sangat tergantung dari konsep pelayanan yang diterapkan. Dengan e-ticketing saja, ia anggap sebagai satu cara untuk meyakinkan pengunjung maupun calon investor.

‘’Kita tidak boleh malas dan tidak boleh malu untuk belajar dari yang lebih sukses dari kita. Seberapa besar dampak pariwisata terhadap kesejahteraan dan devisa. Bahkan, banyak wisatawan datang, tapi datang hanya ngotor-ngotorin. Saya harap Kadispar, e-ticketing ini bisa terimplementasi dengan baik,’’ pesan Wagub.

Baca juga:  Target Retribusi Parkir di Mataram Naik 400 Persen

Sementara, Bupati KLU optimis e-ticketing dapat menekan kebocoran PAD. Apalagi diterapkan melalui satu sistem penarikan bersamaan dengan tiket. Sebab bagi bupati, terkadang mesin lebih akurat dalam melaporkan angka-angka.

‘’Maka dengan menggunakan sistem elektronik ini saya yakin. Karena memang komputer itu lebih akurat ketimbang kita. Makanya kita harapkan tidak ada kebocoran lagi,’’ imbuhnya.

Ia menyebut, e-tiket sebagai satu ikhtiar untuk menertibkan tamu dan pelaku usaha. PAD ia harapkan meningkat, tentunya dengan memerhatikan keteraturan. Untuk diketahui, e-ticketing diterapkan di beberapa titik meliputi terminal/Dermaga Teluk Nara, Pelabuhan Bangsal dan implementasi yang lebih dulu yakni pintu masuk Senaru. (ari)