Libatkan Perempuan dan Difabel, KLU Bikin Terobosan di Musrenbang

Najmul Akhyar (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Menjaring aspirasi untuk merancang program pembangunan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Mulai dari kaum perempuan hingga menyandang disabilitas (difabel).

‘’Untuk merancang program pembangunan di KLU, kami menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus melibatkan perempuan. Juga Musrenbang kami gelar khusus melibatkan warga penyandang difabel,’’ ujar Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, dalam Forum Silaturahmi Pimpinan Media Kabupaten Lombok Utara, Kamis, 12 Desember 2019.

Musrenbang khusus melibatkan perempuan, ternyata hasilnya sangat positif. Karena ternyata ada banyak ide, masukan positif dan penting yang bisa diserap dari para perempuan menjadi bahan dalam merancang sebuah program pembangunan.

Baca juga:  Anggaran Rp220 Miliar, Penurunan Angka Kemiskinan Tak Capai Satu Persen

‘’Hal-hal kecil yang tidak kami (laki-laki) pikirkan, ternyata dipikirkan perempuan. Dan juga, hal-hal kecil itu sangat mendasar,’’ kata  bupati yang didampingi Kabag Humas Setda KLU, Mujadid Muhas, MA.

Begitu juga pelibatan difabel dalam Musrenbang. ‘’Kami ingin menyerap aspirasi dari mereka (difabel) dalam menyusun program. Sehingga program yang kami rancang, berdasarkan kebutuhan mereka (difabel).’’

Ide-ide kreatif dalam merancang program. Mulai dari pelibatan kaum peremuan, kaum difabel dan elemen-elemen lainnya, mengantarkan KLU terpilih sebagai Kabupaten Perencana Terbaik II tingkat nasional tahun 2017 yang lalu.

Baca juga:  Percepatan Lelang Cegah Penumpukan Eksekusi Anggaran

‘’Program-porgram yang kami rancang, sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat,’’ jelasnya.

Dalam forum silaturahmi tersebut, bupati juga megungkapkan sejumlah pencapaian positif di KLU, terutama pascagempa yang meluluhlantakkan kabupaten termuda di NTB itu. Di sektor pariwisata misalnya. Dari waktu ke waktu angka kunjungan wisatan ke KLU, khususnya ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air), mengalami peningkatan yang signifikan.

‘’Menjelang pergantian tahun (dari 2019 ke 2020), kami optimis kunjungan akan meningkat tajam,’’ ujarnya optimis. Bahkan dikhawatirkan 430 hotel dengan kapasitas 2750-an kamar itu, berpeluang penuh. (tim)