Sampah Kresek Plastik akan Diolah Jadi Campuran Aspal

Ilustrasi Aspal (suarantb.com/shutterstock)

Tanjung (Suara NTB) – Plastik sampah yang identik dengan masalah lingkungan ternyata ada manfaatnya. Salah satunya, digunakan untuk material campuran aspal hotmix.

Pemerintah kabupaten/kota di NTB, direncanakan akan menerima bantuan alat/mesin pencacah plastik. Bantuan dijadwalkan akan diterima setelah TPA di masing-masing kabupaten terbangun.

“Mesin cacah akan kita terima, tinggal menunggu TPA-nya rampung,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (LH dan Perkim) Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Rusdi, Selasa,  12 November 2019.

Ia menyebut, pemerintah pusat melakukan pengadaan 813 unit mesin pencacah plastik (kresek). Di NTB sendiri, alokasi disebutkan sebanyak 16 unit dengan alokasi di kabupaten/kota.

Mesin cacah tas kresek tersebut akan mengolah tas plastik sebagai bahan campuran aspal hotmix. Kapasitas mesin relatif kecil dengan olahan material sampai 20 kg sampah.

Sementara, kebutuhan tepung sampah untuk campuran aspal hotmix cukup besar. Dalam 1 km jalan aspal dengan ketebalan 5 cm dan lebar 7 meter, dibutuhkan 3 ton sampah atau 3,5 kg plastik tiap 1 ton aspal. “Untuk sampah plastik ini tinggal diolah jadi tepung, perusahaan aspal siap jemput saat ada barang,” imbuhnya.

Rusdi menambahkan, pihaknya harus memastikan jumlah plastik tersedia dalam jumlah banyak. Pasalnya, pengalaman di beberapa daerah yang sudah berjalan, volume plastik tidak mencukupi. Satu alat yang dioperasikan hanya mampu aktif 3 bulan, setelahnya menganggur karena sampah plastik tidak mencukupi.

Dinas LH KLU kata dia, tidak ingin pengalaman seperti terulang. Terlebih lagi, Pemerintah Indonesia memprogramkan mengurangi limbah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) sampai 30 persen hingga 2025. Sampah plastik menjadi permasalahan utama lingkungan karena sulit terurai dan nilai jualnya sangat rendah. Dengan 3R tersebut, sampah plastik diharapkan tidak menjadi masalah melainkan memiliki dampak ekonomi.

“Kita daerah harus mendukung program pemerintah pusat tersebut dengan memanfaatkan limbah plastik  sebagai bahan campuran aspal,” tandasnya. (ari)