Bakal Calon Bupati KLU Mulai Kembalikan Berkas Penjaringan Parpol

H. Djohan Sjamsu pose bersama dengan pengurus Partai Nasdem usai mengembalikan formulir. Begitu juga H. Najmul Akhyar pose bersama usai mengembalikan formulir di Partai Nasdem. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Para bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang akan berkompetisi di Pilkada 2020 Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mengembalikan berkas bakal calon, sejak Kamis – Sabtu,  17 – 19 Oktober 2019. Pengembalian berkas antara lain di PBB, PAN, dan Nasdem.

Figur bakal calon bupati yang diketahui mengembalikan berkas KLU 1 masih konsisten pada 3 orang yakni, H. Najmul Akhyar, H. Djohan Sjamsu, dan H. Sarifudin. Sedangkan bakal calon wakil bupati yang mengambil dari mengembalikan berkas masih terbatas pada satu nama, Narsudin, S.Sos (Ketua DPC PPP KLU/Ketua Komisi II DPRD KLU).

Yang menarik dari pengembalian tersebut, adalah figur yang masih dirahasiakan. Figur tersebut diungkap oleh Ketua DPC PBB KLU, Habli. Ia menyebut, selain 3 orang figur KLU 3 tersebut, satu nama perempuan telah mengambil formulir PBB untuk posisi KLU 1.

“Yang mengambil formulir KLU 1 ada 4 orang, dan KLU 2 masih satu orang. Ada seorang perempuan yang berdomisili di Jakarta yang identitasnya masih dirahasiakan. Beliau katakan serius ingin ikut andil membangun Lombok Utara. Beliau katakan, saya orang KLU lama berdomisili di Jakarta. Saat kembalikan formulir pasti akan ketahuan siapa identitas beliau,” ungkap Habli.

Sementara di Nasdem dan PAN, pengembalian formulir juga dilakukan oleh Najmul, Djohan, Sarifudin dan Narsudin. Dari 4 nama itu, hanya Sarifudin yang mengembalikan formulir di ketiga partai melalui perwakilan, yakni Abdullah.

Ketua DPC Nasdem KLU, Datu Rahdin Jayawangsa, SH., mengingatkan kepada seluruh bakal calon agar berhati-hati terkait informasi penjaringan oleh Nasdem. Ia menyarankan bakal calon untuk tidak terjebak pada oknum yang sebenarnya adalah calo politik.

“Jangan salah jalur bahayanya nanti dalam situasi pilkada banyak makelar, banyak calo ternyata itu yang digunakan melobi, sehingga mengatasnamakan partai. Gunakan jalur resmi, karena yang jelas calon yang bisa bersama Nasdem adalah yang membangun daerah. Kami kedepankan figur kepala daerah yang bisa mengemban amanah dengan baik, bisa berlaku adil, tidak mementingkan pribadi, kelompok maupun keluarganya saja,” tandas Diding.

Sementara bakal calon, H. Najmul Akhyar mengatakan, ia bersama rekan lintas partai mengembalikan formulir pada partai yang membuka pendaftaran. Dengan harapan, partai-partai tersebut bisa berjuang bersama pada Pilkada 2020.

“Saya datangi PAN, datangi Nasdem, dan PBB, harapannya bisa bersama kami berikhtiar bersama pada Pilkada 2020. Pilkada bukanlah kompetisi baik dan buruk karena saya yakin semua yang berkompetisi pasti orang baik,” ujarnya.

Terpisah, bakal calon, H. Djohan Sjamsu, mengaku ikhtiar pendaftaran akan dilakukan di setiap parpol yang membuka penjaringan. Ia optimis, rekan parpol di KLU telah dikenal dengan baik, bahkan partai-partai yang kini ia masuki adalah gerbong perjuangan pada Pilkada 215 lalu.

“Saya tidak ingin hanya gunakan PBB, Nasdem, PAN dan partai-partai lain untuk kendaraan politik saja, tapi saya berkomitmen ingin membina hubungan kerjasama sampai 5 tahun masa jabatan. Partai adalah pilar mitra pemerintah dalam membangun daerah, kritik dan sarannya harus dipertimbangkan untuk rakyat,” kata Djohan.

Sementara figur balon Wabup, Narsudin, kembali menegaskan pengembalian formulir pada parpol penjaring adalah wujud komitmennya dalam menjawab keraguan masyarakat. Ia tidak ingin dicap sebagai figur gertak sambal.

“Saya kembalikan berkas untuk menjawab keraguan karena mungkin saya dianggap gertak sambal. Motivasi mendaftar, jika sejauh ini saya di legislatif, maka ke depan dengan masuk di sistem eksekutif, akan mampu berbuat lebih banyak untuk masyarakat Lombok Utara,” tandasnya. (ari)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.