Humas dan Media KLU Bersihkan Sampah di Kawasan Wisata

Wisatawan mancanegara ikut terlibat bersih sampah bersama media dan Humas dan Protokol KLU di Senaru. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Jajaran Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Utara (KLU), memperkuat sinergitas dirangkai dengan aksi bersih sampah di kawasan wisata Senaru, Jumat-Sabtu (6-7 September 2019). Kegiatan tersebut untuk kedua kalinya dilakukan setelah sebelumnya digelar agenda setiap di Gili Trawangan.

Dalam kegiatan tersebut, belasan orang awak media cetak, elektronik dan media online dilibatkan. Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, H. Rudi Hidayat, dan Kabag Humas, Mujaddid Muhas, MA, dan jajaran.

Humas dan awak media, berkesempatan untuk saling mengisi dalam diskusi terbuka, Jumat malam. Sementara pda Sabtu pagi, bersih-bersih sampah dilakukan di seputaran kawasan wisata Senaru.

“Jadi kegiatan ini kita selenggarakan bertujuan untuk tetap menjaga hubungan baik antara teman-teman wartawan dengan kehumasan. Kami bersama Forum Wartawan KLU secara rutin mengadakan pertemuan yang dirangkaikan dengan bakti sosial,” ujar Mujaddid.

Pertemuan dan bersih sampah di destinasi wisata itu dihajatkan, agar para wartawan, khususnya dari luar KLU bisa meliput langsung kondisi destinasi wisata pascagempa. Melalui pemberitaan, kondisi wisata terkini dapat dipromosikan sehingga mendorong pulihnya tingkat kunjungan wisatawan ke daerah.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan PWI NTB, Rudi Hidayat, menilai pentingnya tetap berdiskusi dengan awak media. Sebagaimana media dan Humas memiliki satu visi yang sama, yakni memberikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Media dengan kehumasan tidak bisa dipisahkan. Apa yang dicapai Humas Kabupaten Lombok Utara juga tidak lepas dari peran para wartawan,” tegas Rudi.

Selain wadah

diskusi dengan media, ia juga memberi masukan agar Humas ke depan bisa membuka ruang diskusi dengan stakeholder untuk mencari solusi atas masalah daerah. Sementara peran Media dan Humas dalam konteks edukasi, ia mendorong agar sinergi dituangkan dalam konsep berupa lomba penulisan, foto atau video pendek tentang potensi daerah.

“Karya yang dihasilkan melalui lomba itu akan dinikmati oleh masyarakat luar. Pewarta juga akan dikenang, termasuk, termasuk Humas. Tapi tentu, anggaran untuk lembaga media di KLU dari APBD harus ada,” dorongnya.

Sementara itu, Sekertaris FWLU, Taufikurrahman, mewakili awak media KLU sekilas mengulas perkembangan media selama 10 tahun terakhir. Di awal berdirinya KLU, banyak lika liku yang dialami pewarta. Jumlah pewarta yang sedikit saat itu, menuntut kerja keras pewarta untuk membangun daerah di masa-masa transisi pemerintahan.

“Jadi dulu, ketika wartawan masuk ke instansi itu sangat sulit, karena penjabat dulu menganggap kalau kita masuk, pasti ada masalah,” sebutnya.

Diakuinya, kerjasama antara Humas dan Media sudah cukup baik. Hanya saja, ia menyarankan porsi anggaran dari pemerintah agar ditambah. Sebab semakin dinamis daerah ini, maka isu-isu positif yang bisa disuguhkan ke masyarakat akan semakin beragam.

“Mewakili kawan-kawan, saya ucapakan terimakasih, memang tidak mulus-mulus amat perjalanannya. Sangat banyak persoalan yang sudah terpecahkan dan tidak terpecahkan. Dan ini sesuatu hal yang wajar, karena dimana pun pola kemitraan yang dibangun itu pasti ada cengkoknya,” tandasnya. (ari)