Angkut Galian C, Sopir Dump Truck Luar KLU Dihadang

Sopir dump truck menghadang sopir luar KLU yang mengambil material untuk rehab rekon di KLU, Kamis,  13 Juni 2019. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Puluhan sopir lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Utara (KLU), melakukan aksi penghadangan kepada sopir dari luar Lombok Utara yang mengangkut material galian C dari wilayah KLU. Beberapa alasan para sopir lokal jelas, intervensi sopir dari luar KLU merugikan sopir lokal.

Aksi penghadangan berlangsung sekitar pukul 9 pagi, di wilayah jalur Pantai Montong Pak, Dusun Lempenge, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kamis,  13 Juni 2019. Puluhan sopir sudah berkumpul dan menjejerkan dump truck masing-masing di kiri dan kanan jalan. Setiap sopir dump truck luar KLU yang melintas dihentikan.

Aksi itu sendiri terjadi secara spontan. Berhembus di kalangan sopir, bahwa mereka sejatinya sudah sejak lama merasa gerah dengan keluar masuknya dump truck luar KLU di wilayah Lombok Utara. Kemarin adalah klimaks di mana hampir semua buruh sopir mengambil sikap yang sama. Meminta seluruh sopir dump truck dari luar KLU berhenti melakukan aktivitas di wilayah KLU.

“Kalau sekedar mengambil material di KLU dan diangkut ke Mataram, kami tidak persoalkan. Tetapi sopir dump dari luar ini ikut-ikutan melayani Pokmas (Rehab Rekon RTG),” ujar sopir, Kabul, menyebut alasan mereka melakukan aksi.

Bahkan kata dia, dampak dari keterlibatan para sopir truk dari luar itu mengurangi volume rit sopir lokal. Mereka yang biasanya mengangkut material antara 4-5 kali sehari, mendapat jatah berkurang menjadi hanya dua kali sehari. Hal ini tidak lepas dari banyaknya antrean saat pengisian galian C. Tidak hanya itu, keberadaan sopir truk luar KLU ini dinilai merusak harga material yang selama ini diberlakukan oleh sopir lokal.

“Jumlah mereka ini tidak sedikit, 20-an truk. Dan itu setia hari mereka layani Pokmas, sampai menginap di lokasi tambang,” cetus sopir lain.

Aksi yang dilakukan warga tersebut berjalan kondusif. Tidak lama setelah para sopir luar diinterogasi warga, mereka sepakat untuk tidak beroperasi lagi di wilayah KLU. Aksi itu juga mendapat pengawalan sejumlah aparat Polres Lombok Utara turun ke lokasi.

Beberapa pejabat Polres Lombok Utara yang turun ke lokasi antara lain, Kasat Lantas, AKP I Made Astina, Kasat Reskrim, AKP Kadek Metria, S.IP. SH. MH., dan Kasat Intel, AKP Safrudin.

Kasat Lantas Polres Lombok Utara, AKP Made Astina, pada kesempatan tersebut membenarkan sejumlah alasan yang dikemukakan sopir menjadi penyebab aksi sopir lokal. Oleh karena itu, dalam mediasi yang disaksikan aparat Polres KLU, disepakati bahwa para sopir luar dilepas. Ia meminta bagi sopir luar yang nantinya akan mengangkut material dari KLU, agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan sopir lokal.

Astina juga menyoroti sejumlah hal terkait dengan izin Galian C, pengangkutan galian C yang tidak memiliki safety (cover), hingga penempatan material galian C pinggir jalan yang memakan korban jiwa (contohnya, warga meninggal di Desa Senaru).

“Tinggal kami nanti lakukan penertiban khusus truk yang dari luar itu. Sejauh mana kita melayani, seperti apa pemesanannya perlu, kita pertanyakan lebih lanjut,” tegas Astina.

Idealnya menurut dia, dump truck dari luar KLU yang mencari material harus berkomunikasi juga dengan sopir di KLU. Sopir luar menyampaikan apa yang perlu dipesan dan akan dibawa kemana.

“Dan keluhan kaitannya dum truk yang tidak mau menggunakan penutup itu kita sudah mengambil langkah dan menindak mereka. Bahkan sekarang pun kita sedang melakukan razia di timur untuk truk dan yang tidak menutup materialnya dengan terpal, dan kita sudah peringatkan, bahkan hal ini sudah ada surat dari Pak Bupati,” tandasnya.

Terpisah, Asisten II Setda KLU, Ir. H. Hermanto, mengakui pihaknya akan mengambil sikap atas kondisi faktual yang terjadi di lapangan. Dirinya juga sudah memanggil pihak-pihak terkait di OPD yang bertanggung jawab menangani isu lingkungan, izin galian C serta lalu lintas distribusi galian C agar tidak menghambat percepatan rehab rekon RTG. “Kita sudah permaklumkan, akan kita rapatkan dalam waktu dekat hingga persoalan ini tuntas,” sebut Hermanto. (ari)