Hanya Satu Caleg Perempuan Lolos ke DPRD KLU

Hj. Galuh Nudiyah (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Lebih dari 300 orang Daftar Calon Tetap (DCT) peserta pemilihan umum di Kabupaten Lombok Utara (KLU), bersaing untuk memperburuk anak 30 kursi DPRD. Dari jumlah itu, 30 persen atau (asumsi) 90 orang, adalah caleg perempuan. Sayangnya, kehadiran mereka pada kontestasi politik legislatif terkesan masih sebagai penggembira.

Berdasarkan hasil pleno KPUD KLU, 4-5 Mei lalu, kuota 30 kursi DPRD sudah diklaim oleh setidaknya 10 parpol. Namun resminya, masih harus menunggu pleno KPU  RI, 22 Mei mendatang, ditambah 3 hari masa gugatan.

Mengacu pada perolehan suara partai dan calon, maka ke-30 nama DPRD yang akan mengisi kursi Dewan periode 2019-2024 antara lain, Dapil 1, Artadi, S.Sos., (Gerindra, 2.211 suara), Rianto (Gerindra, 1.631 suara), Bagiarti (Demokrat, 1.376), Zainuddin (Demokrat, 1.215), Ada Malik (PKB, 1.693 suara), Made Karyasa (PDIP, 2.219 suara), Ikhwanudin (Golkar, 1.192), Nurhardin (PPP, 1.120), H. M. Arsan (PAN, 1.088), Fajar Martha (Nasdem, 1.022) dan Saparudin (PBB, 539).

Selanjutnya di Dapil 2 alokasi 12 kursi akan diisi oleh, Salitep (1.676) dan Hakamah (1.572), Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu (PKB, 3.053) dan Putrawadi (PKB, 1.207), Arif Usman (PAN, 1.344), Sadirman (PAN, 1.083), Narsudin (PPP, 1.729), Burhan M. Nur (Demokrat, 1.211), Debi Ariawan (Golkar, 1.626), Tusen Lasima (PDIP, 1.267), Rusdianto (PBB, 628), dan Yusuf (PKS, 713).

Terakhir di Dapil 3, dengan alokasi 7 kursi akan ditemati oleh Mariadi,

S.Ag (Golkar, 2.315), Raden Nyakradi (Golkar, 1.538), L. M. Zaki (PDIP, 1.229 suara), Kardi, A.Ma., (Demokrat, 1.052), Nasrudin (Gerindra (1.161), Kamah Yudiarto (Nasdem 1.001), serta Ruhaiman (1.096).

Melihat kuota 30 nama itu, praktis hanya 1 caleg perempuan yang lolos, yakni Hj. Galuh Nurdiyah. Istri mantan bupati pertama Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., ini mencatatkan perolehan suara caleg tertinggi dari seluruh caleg. Galuh memperoleh suara 3.053.

Melihat latar belakang politik Galuh Nurdiyah, kelolosannya di kursi Dewan tidaklah mengagetkan. Sebab, Galuh, sudah banyak dikenal. Mulai dari Ketua TP PKK di era Bupati, Djohan Sjamsu, serta menjabat sebagai anggota DPRD periode 2014-2019, sebelum akhirnya diganti oleh H. Burhan M Nur, karena Galuh memilih keluar Demokrat dan masuk PKB.

“Dari segi perolehan suara caleg, mungkin suara saya cukup signifikan. Dan alhamdulillah, perolehan suara saya bisa mengangkat caleg di bawah untuk bisa naik sebagai Dewan, ini sudah sesuai target,” kata Galuh, Selasa,  14 Mei 2019.

Dua kursi di Dapil 2, dan 1 kursi di Dapil 3, menempatkan PKB berhasil meraih 3 kursi. Menurut Galuh Nurdiyah, capaian 3 kursi tersebut belum sesuai dengan target keseluruhan di mana PKB mematok 4-5 kursi.

Galuh menilai sebagai caleg perempuan, ia dan figur perempuan lain sangat kesulitan meraih suara. Bahkan dibandingkan pengalaman sebelumnya, Pileg kali ini dianggap “lebih kejam”. Sebab kantong-kantong suara yang awalnya sudah terpetakan bisa diklaim, sebagian meleset. Situasi ini tidak hanya dialami PKB, tetapi juga parpol lain.

“Kompetisi politik periode ini lebih berat karena banyaknya calon-calon baru yang menjanjikan. Bagaimana pun, 16 dari 30 kursi DPRD KLU adalah figur baru memberi warna tersendiri, baik bagi Dewan maupun masyarakat sendiri,” tandasnya. (ari)