Rekrutmen Fasilitator Macet, KLU Kelimpungan

Fasilitator saat mengecek pembangunan RTG sebelum ditarik dari KLU beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dibuat kelimpungan dengan informasi macetnya rekrutmen fasilitator oleh Pemprov NTB c.q BPBD NTB. Alih-alih mempercepat proses rehab rekon rumah warga, proses rekrutmen itu justru dibumbui kabar tidak adanya anggaran dari APBD NTB untuk membiayai gaji fasilitator selama bekerja.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., yang dikonfirmasi mengenai hal itu pun tak menyangkal kondisi tersebut. Selaku Bupati KLU, ia sudah berkomunikasi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah. Menurut Najmul, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain menunggu kebijakan lanjutan dari Pemprov NTB.

“Ikhtiar kita, kita minta terus ke provinsi. Kemarin malam (Safari Ramadhan Gubernur), saya juga minta langsung ke Pak Gubernur, SK berikut dana agar fasilitator itu bisa diberikan ke Lombok Utara,” kata Najmul usai paripurna LKPJ APBD 2018, Senin,  13 Mei 2019.

Bupati menjelaskan, bahwa warga saat ini menunggu tindaklanjut realisasi pencairan dana pascapenyerangan rekening terakhir tanggal 30 Maret 2019. Sebagian  besar kelompok masyarakat  yang terbentuk menganggur, karena tidak adanya tambahan fasilitator di desa-desa.

Menurut Najmul, Pemda KLU melalui BPBD KLU telah menyiapkan rekrutmen fasilitator. Bahkan melalui media massa sebelumnya, rekrutmen dijadwalkan berlangsung awal bulan Ramadhan ini. “Fasilitator yang ada sekitar 200 orang, sebagian besarnya ditarik PUPR. Jumlah ini tentu tidak cukup,” sebutnya.

Sebelumnya BPBD NTB sudah mengeluarkan surat No. 814/290.a/BPBD.NTB/IV/2019 tertanggal 13 April 2019 perihal penerimaan surat lamaran tenaga fasilitator. Surat BPBD NTB yang ditembuskan langsung ke gubernur itu, jelas menyebut bahwa BPBD Kabupaten/Kota diminta segera membuka rekrutmen fasilitator.

Adapun alokasi tiap Kabuaten berbeda-beda, terdiri dari Kota Mataram, 30 orang, Lombok Barat, 150 orang, Lombok Tengah 30 orang, Lombok Timur 150 orang, Lombok Utara 500 orang. Selanjutnya Kabupaten Sumbawa Barat 50 orang, dan Kabupaten Sumbawa 90 orang. Rekrutmen itu berjumlah 1.000 orang sejatinya dipersiapkan untuk menambah sisa fasilitator sejumlah 800 orang.

“Tanggapan pak Gubernur sekarang sedang diproses dengan Kepala BPBD Provinsi yang baru mudah-mudahan segara bisa dipercepat. Memang salah satu (kendala) di antaranya untuk sekarang ini fasilitator sebagian sudah kita tarik, dan masih ada yang tersisa 200 orang di Lombok Utara ini masih bekerja tapi memang terbatas. Karena mereka bekerja hanya di sebagian desa,” demikian Najmul. (ari)