Logistik Pemilu ke 3 Gili di KLU Dibungkus Plastik

Logistik pemilu yang akan dudistribusikan ke 3 Gili di KLU (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali mendistribusikan logistik Pilpres dan Pileg pada Selasa (15/4). Jelang pemilihan umum (H-1), KPUD masih harus menyalurkan logistik kepada pemilih di 19 desa dari 33 desa yang ada.

Ketua KPUD Lombok Utara, Juraidin, SH , Selasa, 16 April 2019 mengungkapkan, pengiriman logistik selama dua hari sejak Senin lalu tidak mengalami kendala berarti. Kendala satu-satunya terletak pada keterbatasan gudang penyimpanan di kantor desa.

“Logistik yang dikirim ke desa disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan di kantor desa (gudang dan kantor rusak akibat gempa). Kecamatan Tanjung misalnya, kita hanya bisa kirim untuk 4 desa dulu. Sedangkan Kecamatan Gangga, Pemenang, dan Kayangan masing-masing 2 desa,” katanya.

Pada hari pertama distribusi, sebanyak 14 desa telah menerima logistik dari KPUD. Dalam proses pengirimannya, KPUD melibatkan Bawaslu, serta unsur TNI dan Polri.

Logistik yang dikirim oleh KPUD sudah sesuai dengan jumlah DPT ditambah 2 persen cadangan untuk tiap-tiap TPS. Adapun jumlah DPT sebanyak 171.541orang.

Adapun logistik yang mengalami kerusakan, dikatakan Juraidin, sudah diterima penggantinya. Sebelumnya, jumlah kotak suara yang rusak sebanyak 25 kotak. Sementara pada surat suara rusak, kerusakannya bervariasi. Pada suara Pilpres, jumlah yang rusak tercatat 2 ribu lembar, DPR RI 2 ribuan, dan sisanya sekitar 100 lebih surat suara rusak untuk Pileg tingkat Kabupaten dan Rovinsi. Namun kerusakan tersebut sepenuhnya sudah diganti dengan yang baru sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Sementara, untuk pemilih kawasan tiga pulau yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan, KPUD KLU mendistribusikan pada hari kedua, Selasa kemarin. Logistik yang dikirim ke 3 pulau di perlakukan khusus, yakni logistik dan kotak suara dibungkus plastik sehingga tidak lembek atau basah saat melewati jalur laut.

“Untuk kiriman ke 3 Gili, sudah disiapkan 60 kotak sama biliknya 4 kali 4. TPS kita di sana ada 12 titik, masing-masing 5 TPS di Gili Air 5, 2 TPS di Gili Meno, dan 5 TPS Gili Trawangan,” sebutnya.

Untuk 3 Gili sendiri, wajib pilih yang tercatat sekitar 2 ribuan orang. Ia memprediksi, angka partisipasi pemilih di pulau akan membaik dari pemilu sebelumnya. Indikasinya terlihat dari partisipasi KPPS setempat yang paling cepat selesai menyiapkan TPS.

Untuk diketahui, pada gelaran Pemilu sebelumnya, angka partisipasi pemilih di KLU sebesar 82,78 persen, lebih tinggi dari target pusat sebesar 77 persen. Namun KPUD KLU berharap pada pemilu sekarang lebih tinggi lagi, mencapa 90 persen.

Pada pemilihan kali ini masyarakat akan dihadapkan dengan 5 surat suara sekaligus. Maka itu simulasi pun untuk mengedukasi wajib pilih dilaksanakan belum lama ini oleh KPU Lombok Utara. Hasilnya, dari simulasi yang dilangsungkan di Desa Jambianom, Kecamatan Tanjung estimasi wajib pilih menghabiskan waktu coblos sekitar 4 menit.

Ketua Bawaslu Lombok Utara, Adi Purmanto, SE., menegaskan khusus untuk kiriman logistik ke 3 Gili harus mendapat perlakuan khusus. Pasalnya, surat suara dan kotak suara yang melalui jalur laut rentan terhadap cuaca, baik hujan dan ombak. Sejak berangkat, logistik harus ditutup dengan plastik seperti tahun-tajun sebelumnya.

“Jangan sampai logistik basah, terpercik air laut dan sebagainya. Kota tidak ingin logistik di KLU terendam seperti di daerah lain,” ujarnya mengingatkan. (ari)