Pulang Kampung, Zohri Ikut Tinggal di Pengungsian

Tanjung (Suara NTB) – Lalu Muhammad Zohri (19), pelari andalan nasional yang baru saja berlaga di Asian Games 2018 diizinkan pulang kampung ke Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenamg, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Zohri diketahui tiba di kampung halamannya Jumat, 31 Agustus 2018 siang sebelum ibadah sholat Jumat.

Kepulangan Zohri, disambut sukacita oleh keluarga dan masyarakat Kecamatan Pemenang dan sekitarnya. Sejak menjejakkan kaki, tak lupa mereka meminta foto bersama. Bahkan rasa syukur keluarga dan warga atas kepulangan dan prestasi Zohri, keluarga telah menyiapkan acara syukuran kecil-kecilan. Di halaman rumah Zohri, puluhan warga, unsur TNI yang mendampingi Zohri  ikut duduk lesehan bersama atlet dunia andalan Indonesia itu.

‘’Alhamdulillah bahagia bisa bertemu keluarga,’’ ujarnya sumringah.

Baca juga:  Catatan BNPB, Lima Daerah Belum Validasi Data Anomali

Zohri tak mendapati rumah peninggalan orang tuanyasudah usai direhab oleh TNI. Begitu juga dengan rumah milik kakak kandungnya, Lalu Ma’rif, terlihat masih kokoh berdiri berrdampingan dengan rumah joglo dari kayu yang sekarang menjadi milik Zohri.

Namun meski rumahnya masih utuh dan tidak terdampak gempa, Zohri mengaku untuk 9 hari ke depan akan bermalam di pengungsian. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk empati kepada warga KLU yang terdampak gempa yang saat ini tinggal di bawah tenda.

“Ikut mengungsi, nanti tidurnya di Posko belakang Polsek Pemenang,” katanya.

Posko di belakang Polsek Pemenang merupakan salah satu area yang dipilih warga untuk mengungsi. Dari Posko itulah, ia pertama kali dikabari bahwa kedua saudara kandungnya, Baiq Fazilah dan Lalu Ma’rif mengungsi bersama ratusan warga lain.

Baca juga:  Masa Transisi Pemulihan Diperpanjang Sampai 25 Desember

‘’Saya ingin ikut merasakan apa yang dirasakan oleh warga KLU,’’ imbuhnya.

Zohri melanjutkan, diberikan izin cuti oleh pelatih untuk berada di Lombok Utara sampai tanggal 8 September. Ia dijadwalkan akan kembali lagi ke Jakarta pada 9 September.

Selama berada di Lombok, Zohri berjanji akan ikut menghibur warga KLU terdampak gempa dengan mengunjungi posko-posko pengungsian. Tidak hanya itu, ia akan mengajak dan memotivasi anak-anak pelajar di kampung dan desanya untuk berlatih lari. Siapa tahu, diantara anak-anak pelajar terdapat bibit pelari yang bisa diandalkan oleh daerah maupun oleh negara.

‘’Untuk latihan tetap saya lakukan secara rutin. Saya akan ajak anak-anak di sini untuk lari,’’ tandasnya. (ari)