Banjir Rob Terjang Trawangan, Pesanan Kamar Dibatalkan, Tamu Turun 50 Persen

Tanjung (Suara NTB) – Banji rob (ombak sorong)  yang terjadi di sebagian besar wilayah pantai Lombok Barat dan Lombok Utara, Rabu, 25 Juli 2018 cukup mengagetkan warga. Tak terkecuali di kawasan wisata Gili Trawangan.

Dari video yang beredar di media sosial, air pasang dari ombak sorong tumpah ke daratan Gili Trawangan. Air laut sampai menganak sungai membanjiri jalan lingkar. Informasi menyebutkan, titik pasang air laut tidak secara menyeluruh melainkan di beberapa spot saja. Seperti di Ombak Sunset dan Villa Ombak.

Manajer Kokomo Resort Gili Trawangan, Ahmad, yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan kejadian tersebut. Akibat ombak sorong yang terjadi di depan Villa Ombak, air laut sampai menggenang ke Kokomo Resort. Hanya saja, ombak sorong yang terjadi di Gili Trawangan tidak berlangsung lama.

‘’Sekitar jam 10.00 Wita itu air sudah surut dan situasi kembali normal. Titik – titik sumber ombak sorong hanya di ujung-ujung pulau saja,’’ kata Ahmad.

Baca juga:  Banjir Bandang, Enam Kampung di Dompu Terendam

Diakuinya, gelombang tinggi di perairan Lombok cukup berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Sehari sebelum ombak sorong, Syahbandar Pelabuhan Bangsal telah memutuskan untuk menutup akses transportasi fastboat dari Pelabuhan Lembar ke tiga gili ataupun dari Pelabuhan Padangbai ke tiga gili tanggal 24 – 25 Juli. Situasi itu secara otomatis menurunkan okupansi pengunjung ke Gili Trawangan.

‘’Dampaknya ada, tamu-tamu drop sampai 50 persen, karena fastboat dari Pelabuhan, Padangbai ke gili distop. Dan sekitar 500 room yang sudah dibooking oleh tamu, dicancel,’’ imbuhnya.

Kendati demikian, Ahmad berharap arus kunjungan ke tiga gili tidak berdampak dalam waktu lama. Mengingat sampai siang kemarin, situasi di Gili Trawangan sudah aman untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Kepala BPBD Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara, S.Sos., kepada wartawan mengatakan ombak sorong hanya terjadi di perairan Gili Trawangan saja. Sedangkan Gili Air dan Gili Meno tidak berdampak, begitu pula di kawasan pantai Tanjung dan Pemenang yang bermukim sebagian besar nelayan.

Baca juga:  Jembatan Provinsi Ambruk Diterjang Banjir, Empat Desa Terisolasi

“Di wilayah Pemenang tidak ada dampak ombak sorong, hanya di Gili Trawangan saja. Kita masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Dampaknya tidak begitu signifikan, tetapi kita minta warga yang berada di pinggir pantai untuk tetap waspada,” tandas Iwan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Lombok Utara, Agus Tisno, S.Sos., yang dikonfirmasi mengakui, akses transportasi fastboat ke tiga gili dari Pelabuhan Padangbai ditutup sejak tanggal 24 Juli lalu.

Sedianya, penutupan akses transportasi selama 2 hari sampai tanggal 25 Juli kemarin. Hanya saja, dengan pertimbangan keamanan penyeberangan penutupan akses penyeberangan fastboat diperpanjang sampai tanggal 29 Juli mendatang.

‘’Akses transportasi fastboat resmi diperpanjang sampai tanggal 29 Juli, mengingat cuaca penyeberangan yang tidak memungkinkan bagi kapal cepat,’’ imbuh Agus Tisno. (ari)