Bupati KLU Monev Sejumlah Proyek di Tiga Gili dan Bangsal

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., memimpin langsung rombongan SKPD untuk meninjau sejumlah proyek yang dibangun pada tahun 2017. Monitoring dan evaluasi (monev) ini sedianya berlangsung selama seminggu ke depan, dengan agenda hari pertama Senin, 15 Januari 2018  dimulai dengan menyasar wilayah 3 Gili dan Bangsal.

Proyek yang dipantau rombongan bupati, antara lain, Puskesmas Trawangan senilai Rp 2,96 miliar, Lahan sampah Trawangan yang sudah dibebaskan senilai Rp 4,6 miliar, Dermaga Gili Air senilai Rp 6,6 miliar, proyek jalan dari ADD Desa Gili Indah, BUMDes Gili Air, serta Pasar Hortikultura Bangsal senilai Rp 1,5 miliar.

Pada peninjauan yang diawali di Bangsal – Pemenang, bupati melihat langsung Pasar Hortikultura. Ia mengaku puas dengan kondisi fisik yang sudah dibangun. Anggaran senilai Rp 1,5 miliar yang disiapkan menghasilkan konstruksi fisik yang memuaskan. Pembangunan pasar yang berada di areal Terminal Bangsal belum final, sehingga pada APBD murni 2018 ini akan dialokasikan kembali Rp 1 miliar untuk merampungkan seluruh bangunan.

Bupati mengatakan, pasar hortikultura di Bangsal ini dihajatkan sebagai “terminal” pasar sayur dan buah yang sudah dikemas. Harapannya pasar ini menjadi referensi bagi pengusaha perhotelan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, baik dalam kuantitas dan kualitas standar kebutuhan hotel.

“Ini tidak seperti pasar tradisional apalagi para petani kita sudah diajarkan bagaimana mengemas produk dan lain sebagainya. Intinya barang di sini akan standar hotel dan yang paling penting itu bersifat kontinuitas,” tegas Najmul..

Pengelolahan pasar hortikultura nantinya dirancang untuk dikelolakan kepada pihak ketiga. Sistem ini masih akan dibahas melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam implementasi, pemerintah akan tetap memprioritaskan keterlibatan pengusaha lokal asalkan syarat dan sharing anggaran dari pemerintah dapat dipenuhi.

“Kalau ada pengusaha lokal yang siap, harus diutamakan. Kita berharap semua bisa termasuk menjaga kebersihan pasar,” imbuhnya sembari berpesan agar Dinas Perhubungan dapat mengatur parkir dan lalu lintas di areal Terminal.

Sementara pada kunjungan ke Dermaga Gili Air, Bupati mengisyaratkan agar prasarana pendukung pelabuhan dapat dianggarkan pada APBD Perubahan 2018. Hal itu untuk mendukung kenyamanan kunjungan wisatawan melalui pintu keluar dan masuk yang didesain terpisah. Demikian pula, keberadaan sampah di Gili Air dapat dikelola maksimal agar tidak menimbulkan kekumuhan ataupun terlihat oleh pengunjung.

“Untuk BUMDes Mart Gili Indah, saya harap menjadi contoh bagi yang lain. Sarana toilet di tempat umum juga harus ada. Karena terkendala lokasi, diharapkan bisa bekerjasama dengan masyarakat sehingga bisa dibangun WC umum,” demikian Najmul.

Sementara Kepala Bappeda Lombok Utara, Herianto, SP., menambahkan, pengalokasian anggaran untuk mendukung prasarana tambahan pada Dermaga Gili Air dapat dialokasikan di APBD P 2018. Ia mensyaratkan agar dinas terkait sudah menyusun perencanaannya. Landscape ruang tunggu Dermaga agar ditata rapi sehingga menciptakan kesan Sapta Pesona bagi sektor pariwisata di KLU.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM Lombok Utara, Fahri, S.Pd., turut mengamini keberadaan pasar hortikultura yang didesain 32 lokal ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dan perhotelan. Pihaknya pun menargetkan akan merampungkan bangunan pasar melalui APBD murni 2018 yang sudah disetujui. (ari)