Roi Pantai Trawangan Diduga ’’Dicaplok’’ Pengusaha

Tanjung (Suara NTB) – Pemkab Lombok Utara telah membongkar bangunan di roi pantai  sekitar Gili Trawangan. Semua bangunan tanpa terkecuali dibongkar menggunakan alat berat. Namun saat ini, para pengusaha kembali menaruh kursi dan meja di roi pantai. Persoalan ini kembali muncul karena Pemkab KLU dinilai lamban mengambil tindakan pascapembongkaran itu.

“Ini kan dibongkar katanya buat lebih nyaman wisatawan. Jadi bisa main di pinggir pantai. Sekarang sama saja, malahan lebih parah lagi, jadi makin banyak kursi dan meja yang ditaruh di pinggir pantai,” kata warga Trawangan, Muhammad Ismail.

Baca juga:  Mediasi Polemik Rekayasa Jalan di Trawangan Buntu

Ia mengeluhkan lambannya Pemda KLU mengambil tindakan pascapembongkaran itu. Padahal ia berharap wisatawan dapat menikmati Pantai Trawangan tanpa adanya gangguan berupa kursi dan meja di pinggir pantai.

Baca juga:  ‘’Friendly Travel’’ Gili Trawangan Diikuti Peserta Tiga Negara

Sebanyak 143 unit bangunan berupa kafe dan restoran dibongkar oleh Pemkab KLU pada Februari lalu. Penertiban ini dimaksudkan untuk memperluas ruang bagi wisatawan agar bisa menikmati keindahan pantai. Setelah enam bulan, kafe dan restoran kembali menjamur. Hanya saja, tidak menggunakan bangunan permanen.

Beberapa sisa pembongkaran juga belum dibersihkan, beberapa kafe dan restoran kembali menaruh kursi dan meja di roi pantai.

Baca juga:  ‘’Friendly Travel’’ Gili Trawangan Diikuti Peserta Tiga Negara

“Ini sudah lama, daripada tidak dimanfaatkan dan kosong mending ditaruh kursi dan meja jadi bisa mendatangkan keuntungan. Lagipula, kita tetap membebaskan siapa pun keluar masuk karena zona ini milik umum,” kata salah satu pekerja di salah satu kafe di Gili Trawangan, Amirullah Adiputra. (lin)