Warga Pendua Keluhkan Kondisi Jalan Rusak

Advertisement

Tanjung (Suara NTB) – Akses ekonomi yang menghubungkan 7 Dusun di Desa Pendua, Kabupaten Lombok Utara, secara umum cukup bagus. Hanya saja satu ruas jalan utama yanga menghubungkan Dusun Sentul ke dusun lainnya masih dalam kondisi rusak parah.

Kepala Desa Pendua, M. Abu Agus Salim Tohirudin, kepada Suara NTB Sabtu, 27 Mei 2017 mengungkapkan warganya sangat mendambakan perbaikan jalan yang menghubungkan warga Desa Pendua menuju wilayah Desa Santong.

“Kondisi jalan masih rusak, meskipun demikian tidak mempengaruhi semangat masyarakat untuk berkarya,” ungkap Abu.

Dusun Sentul Asli merupakan salah satu dusun yang dilalui akses jalan rusak ini. Warga dusun ini menurutnya, tercatat paling aktif dalam mendukung program pemerintah. Saat ini saja, warga yang kebanyakan petani di Sentul masih menjalin kerjasama dengan Unram untuk budidaya hortikultura.

Tahun 2014 lalu, partisipasi warga Dusun Sentul memberi kontribusi dalam sukses pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas hingga diraihnya Penghargaan Energi Prabawa oleh Pemkab Lombok Utara.

Pantauan koran ini, kondisi jalan dari pertigaan Kantor Desa Pendua menuju wilayah Desa Santong sekitar 2 km. Akses jalan yang dominan tanjakan ini benar adanya rudak parah. Di bagian tanjakan, pengerasan jalan hanya dilakukan menggunakan rabat. Kondisinya pun sudah banyak berlubang hingga menyulitkan warga dalam mengangkut hasil bumi.

Sementara, tokoh masyarakat setempat yang juga Wakil Ketua DPRD KLU, Djekat Demung, menyadari kesulitan warganya itu. Namun ia mengajak warga untuk tidak khawatir karena Banggar DPRD telah menyetujui usulan eksekutif Pemkab Lombok Utara untuk mengaspal (hotmix) jalan tersebut.

“Tahun ini akan diaspal dan anggarannya sudah masuk di APBD murni 2017. Pengaspalannya sekitar 1,6 km. Secara umum di Kayangan ini, hanya dapat 3 paket jalan, yakni jalan Sentul, jalan Pansor (1,5 km) dan akses ke Kubur Belek sekitar 500 m,” katanya.

Dengan pengaspalan Sentul ini, ia menilai Pemkab masih harus menganggarkan sisa jalan Sentul dan dan beberapa ratus meter lagi yang menuju Dusun Sempakok. “Saya tidak tahu apakah sudah lelang atau tidak. Umpama nanti tidak tereksekusi saya arahkan masyarakat demo ke PU, karena bagaimanapun anggarannya sudah jelas ada,” tegasnya.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), M. Zaldy Rahardian, ST., menguatkan anggaran pengaspalan jalan Sentul sudah tertuang pada DPA Dinas PUPR. Alokasi anggarannya sekitar Rp 1 miliar lebih. Diasumsikan anggaran ini akan  mampu mengaspal lebih dari 1 km ruas Jalan Sentul. (ari)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.