Disebut Maju di Pilkada NTB, Najmul Akhyar Masih Ingin Fokus di KLU

Tanjung (Suara NTB) – Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB tahun 2018 mendatang sudah mulai diramaikan oleh sejumlah bakal calon. Dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) sosok yang mulai dikait-kaitkan untuk maju pada Pilkada NTB adalah Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, MH. Sayangnya, bakal pencalonan Najmul di Pilgub masih bertepuk sebelah tangan antara keinginan sejumlah Tim Sukses Pilbup Najmul – Sarifudin dengan Najmul secara pribadi.

Sebagaimana diketahui, sebuah mobil Suzuki Katana warna putih mulai berkeliaran di Lombok utara. Di bagian belakang dan bodi samping mobil menempel stiker jumbo, bertuliskan “Lanjutkan Ikhtiar TGB, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., NTB – 1”. Sinyal itu diperkuat lagi dengan pernyataan Ketua KNPI Lombok Utara, Hamjadid, melalui media lokal beberapa waktu lalu.

Bahkan, komunitas pemuda KLU sangat mendukung majunya Najmul pada Pilgub NTB. Hanya saja, tidak demikian dengan Bupati KLU itu. Najmul justru mengaku ingin lebih fokus memimpin KLU.

“Tidak, sama sekali tanpa sepengetahuan saya (memajang stiker Pilgub). Mungkin itu wujud keinginan per orangan, karena tidak ada komunikasi dengan saya,”  tegas Najmul dikonfirmasi usai penandatanganan Pakta Integritas SKPD, Jumat, 13 Januari 2017.

Di satu sisi Najmul tak menampik pemajangan stiker

pada mobil Timses itu sebagai bentuk keinginan masyarakat yang menginginkannya maju di Pilgub. Namun sebaliknya,  ia menilai pemajangan “iklan berjalan” itu dilakukan pada saat yang kurang tepat, dan bisa menimbulkan pretensi yang baik maupun tidak baik dari masyarakat.

Najmul menegaskan, dirinya masih ingin mengabdi bagi masyarakat KLU. Mengingat daerah termuda di NTB yang kini berusia delapan tahun, masih memerlukan sentuhan kebijakan yang mendukung percepatan pembangunan. Alasan ini pula membuatnya belum memikirkan untuk berkarir di level provinsi.

Pria penyandang gelar Doktor Ilmu Tata Negara ini Universitas Brawijaya ini tak menyangkal, banyaknya penolakan dari pengguna media sosial (facebook) perihal rumor yang mengaitkannya dengan Pilgub. Secara bijak ia menyikapi dukungan publik di satu sisi dan penolakan di sisi lain, adalah bukti kecintaan masyarakat terhadap keberadaannya sebagai kepala daerah.

“Saya juga lihat (di FB), ya, siapapun sah berekspresi, sah menyampaikan pendapat. Sehingga saya tidak katakan itu sebagai sesuatu hal, ya yang persis tidak bagus. Mungkin itulah cara dia ekspresikan keinginannya.” “Tapi bagi saya, ingin saya katakan, saat ini berkonsentrasi dulu di KLU bersama Pak Wabup. Kesimpulannya belum ada pemikiran ke arah sana,” tandas Najmul Akhyar. (ari)