Cuaca Buruk, Pelabuhan Bangsal Ditutup

Pemenang (suarantb.com) – Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Lombok Utara ditutup sementara untuk melayani rute penyeberangan ke tiga gili; Trawangan, Air, dan Meno. Ini dikarenakan angin yang bertiup kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi dan dinilai dapat membahayakan penyeberangan.

Demikian disampaikan Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH yang ditemui saat meninjau lokasi, Kamis, 22 Desember 2016.

“Selama beberapa hari ini, gelombang cukup tinggi dan angin juga kencang. Kemungkinan sore hari bahkan gelombang lebih besar, sehingga akses penyeberangan sementara ditutup,” jelasnya.

Baca juga:  BMKG Jelaskan Waktu Tibanya Hari Tanpa Bayangan di NTB

Penutupan dilakukan sejak Rabu sore dan tidak bisa dipastikan kapan akses penyeberangan melalui Pelabuhan Bangsal akan dibuka. “Tergantung cuaca nanti, kita belum tahu kapan akan dibuka lagi,” katanya.

Jumlah penyeberangan yang telah dibatalkan sejak penutupan terhitung lebih dari 30 penyeberangan. Diakui Nanang, kehadiran Basarnas di Pelabuhan Bangsal untuk memantau agar tidak ada wisatawan yang memaksakan diri untuk menyeberang.

“Minggu-minggu terakhir ini kan lagi ramai-ramainya penyeberangan. Di tengah cuaca yang buruk, jangan sampai mereka memaksakan diri untuk melakukan penyeberangan. Kalau ada yang diam-diam menyeberang, itu yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Baca juga:  Pemprov Perlu Intervensi Destinasi Wisata di Mataram

Menurut pantauan suarantb.com, lokasi penjualan tiket penyeberangan memang sepi. Bahkan bangunan kantor tersebut tertutup. Demikian pula dengan kantor syahbandar pelabuhan.

Di sekitar pelabuhan, suarantb.com menemukan sejumlah orang yang tetap menawarkan jasa penyeberangan ke Gili Trawangan. Dengan harga di atas rata-rata mencapai Rp 65 ribu. Padahal tarif penyeberangan standar hanya Rp 15 ribu.

Walaupun penyeberangan melalui Pelabuhan Bangsal ditutup, Nanang mengatakan wisatawan masih bisa menyeberang melalui Pelabuhan Teluk Nare dan pesisir Pantai Ombak Beleq. (ros)