Snorkeling di Gili Meno, 6 Warga Lotim Terseret Ombak, 1 Orang Tewas

Tanjung (Suara NTB) – Apes dialami 6 warga asal Lombok Timur. Tujuan hendak berlibur dengan melakukan snorkeling di Gili Meno, justru berujung petaka. Salah satu dari enam orang, bernama Sahraniwati (28 tahun) dinyatakan meninggal usai mendapat pertolongan di Klinik Villa Ombak, Gili Trawangan.

Kejadian hari Senin (11/7/2016) itu sejatinya baru diketahui awak media, Selasa (12/7/2016). Informasi yang diperoleh menyebutkan,  enam warga Lotim tersebut berlibur pada Senin lalu dengan tujuan Gili Meno. Sekitar pukul 17.00 wita, mereka memutuskan untuk mencoba wisata snorkeling. Ketika mereka berenang untuk melihat objek wisata bawah laut, tiba-tiba hempasan gelombang menyeret mereka ke tengah. Lantaran panik, mereka pun tenggelam. Naas bagi dua penyelam, yakni Sahrani dan Damniar, mereka dalam kondisi kritis usai mendapat pertolongan warga.

Terkait informasi itu, Kapolsek Pemenang, Iptu Dewa  Gede Meiriawan, yang dikonfirmasi wartawan Selasa (12/7/2016) membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, mereka hendak snorkeling, tetapi karena panik ke enam orang ini terseret ombak hingga ke tengah,” katanya.

Meiriawan menerangkan, korban melakukan snorkeling di depan Sunset House Gili Meno. Saat terhempas arus gelombang, enam orang tersebut berteriak meminta pertolongan. Pada saat bersamaan, seorang warga Gili Meno, bernama Safar terjun menggunakan boat memberi bantuan diikuti warga lain. Empat orang korban lain dapat diselamatkan, sedangkan dua korban lain dalam kondisi kritis.

Saat ditolong korban dalam keadaan pingsan dan mengeluarkan busa dari mulut sehingga dibawa ke klinik Villa Ombak. Sampai di klinik korban dinyatakan meninggal. Sedangkan korban lainnya atas nama Damniar diketahui dalam kondisi pernafasan terganggu. Ia pun dirujuk langsung ke RS. Graha Ultima Lombok, Mataram.

“Korban meninggal dunia dibawa ke RS Bayangkara dan telah dilakukan visum luar. hasil koordinasi dengan dokter bahwa korban neninggal, karena banyak cairan masuk ke dalam paru paru,” terang Kapolsek.

Ditambahkannya, kejadian ini murni lantaran kecelakaan akibat alam. Saat ini jenazah korban sudah dibawa oleh keluarganya ke Lombok Timur. Namun, untuk korban lain yakni Damniar, masih berada di rumah sakit di Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan. (ari)