Siswa MAN 1 Lotim Ikuti Lomba Robot di Bali

Siswa MAN 1 Lotim yang akan mengikuti lomba robotik tingkat nasional di Bali menunjukkan robot hasil karyanya yang akan dilombakan. (Suara NTB/rus)      

Selong (Suara NTB) – Empat siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur (Lotim) akan mengikuti lomba robotik di Universitas Udayana Bali, 23 Februari 2020. Empat siswa yang dikirim adalah Husnul Huda Galih Saputra, Heri Kurniawan, Faris Sayid Al Gazali dan M. Rusli Al Rasyid.

Para siswa yang notabenenya banyak digembleng pengetahuan agama ini akan lomba pada robot Line FolowerMicro Controler. Saat ditemui di sela latihan penyempurnaan, Jumat, 21 Februari 2020, pelatih Ahmad Habib siswa MAN 1 Lotim yang akan dikirim ini sudah beberapa kali mengikuti ajang lomba robotik tingkat nasional.

‘’Terakhir tahun 2018 di Jakarta, MAN 1 Lotim meraih juara III. Pernah juga di Semarang, namun hanya bisa berada pada peringkat ke sembilan. Saat itu saingannya para dosen,” akunya.

Dijelaskan, robot Line Folower Micro Controler buatan anak MAN 1 Lotim ini terlihat sederhana. Akan tetapi, pembuatannya tidak sembarangan. Butuh penguasaan Matematika dan Fisika. Di mana, pada tubuh robot ada bahan-bahan Fisika.

Terlihat saat latihan kemarin, robot bergerak menggunakan sensor garis berwarna hitam. “Robot ini mendeteksi garis warna hitam,” ucapnya. Satu unit robot kecil ini pun butuh biaya Rp 1,6 juta sampai Rp 1,8 juta. ‘’Semakin bagus komponen alat yang dipasang, semakin bagus juga cara kerjanya,’’ tambahnya.

Keikutsertaan pada lomba robotik ini, pihak MAN 1 Lotim menargetkan bisa tembus internasional. Alasannya, line follower robot ini pusatnya ada di Jepang. ‘’Sesuai namanya, nama lomba robot line follower micro controller ini akan adu kecepatan. Robot siapa tercepat mencapai garis finish, dialah yang akan tampil sebagai juara,’’ terangnya.

Kepala MAN 1 Lotim, M. Nurul Wathoni menjelaskan, semangat awal yang ditanamkan kepada para siswanya adalah memberikan bekal siswa dengan pengetahuan ilmu dan pengetahuan serta teknologi  yang berkembang. Ke depan, anak-anak madrasah diharapkan responsif terhadap perkembangan teknologi. Tidak menjadi anak-anak yang gagal meraih kemajuan.

Pihak madrasah ini pun mendorong pembina dan pelatih memberikan bekal pengetahuan kepada para siswa. Tidak saja pelatih dari dalam, MAN 1 Lotim ini pun mendatangkan pelatih profesional dari luar. Harapannya, ada tambahan pengetahuan secara maksimal diperoleh para siswa.

Pelatih dari luar dimaksud berasal dari perguruan tinggi di Lotim. Termasuk juga guru di sekolah lain yang dinilai memiliki pengetahuan yang dibutuhkan juga untuk diajarkan ke siswa MAN 1 Lotim. (rus)