Kapolres Lotim Siap Tuntaskan Tunggakan Kasus Korupsi

M. Sukiman Azmy (kiri), Tunggul Sinatrio (kanan). (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK,MH, berjanji menuntaskan setiap kasus yang masih menjadi tunggakan kapolres sebelumnya. Termasuk masalah kasus-kasus korupsi yang salah satunya masalah RTG.

“Nanti kita kroscek dan pelajari setiap kasus di Satreskrim dan satuan lainnya. Berapa kasus yang belum selesai,” ujarnya usai serah terima jabatan kapolres, Sabtu, 15 Februari 2020.

Namun dalam mengatasi persoalan di wilayah hukum yang memiliki jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Mantan Kapolres Sumbawa Barat ini akan merangkul sesepuh masyarakat baik dari tokoh agama dan tokoh pemuda. Dengan begitu, diyakini dapat meminimalisir segala jenis kasus dengan memupuk rasa memiliki dan cinta dalam sanubari masyarakat. “Nanti saya juga punya program patroli Subuh dan Magrib,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy,MM mendesak kepada Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio, untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana RTG. Pasalnya, oknum aplikator pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Desa Pringgabaya diduga membawa kabur dana bantuan sebesar Rp2 miliar.

 “Ada aplikator yang membawa kabur dana RTG sebesar Rp2 miliar. Ada juga fasilitator yang nakal. Sehingga itu harus diselesaikan. Kita bertumpu pada kepolisian,”pinta bupati kepada Kapolres Lotim yang baru.

Disebutkannya, masalah rekonstruksi pasca gempa memang masih menjadi beberapa PR yang belum dituntaskan. Di mana dari 10 ribu lebih rumah rusak berat, jumlah RTG yang tertangani saat ini sebesar 85 persen dan rata-rata RTG yang terbangun atau sudah selesai 100 persen, untuk rusak sedang 60 persen dan rusak ringan sebesar 56 persen sudah tertangani. “Alasan belum selesai karena banyak masalah. Pertama dana turunnya agak terlambat,” jelasnya.

Untuk aplikator yang pergi membawa Rp2 miliar dana RTG itu memiliki dampak yang cukup signifikan, akibatnya 40 rumah yang terbengkalai, sehingga diharapkan hukum dapat mengatasinya dengan memburu oknum aplikator yang diketahui berasar dari Palembang. (yon)