Tiga Ribu Lebih Pelamar CPNS di Lotim Tak Penuhi ‘’Passing Grade’’

Sejumlah peserta SKD CPNS Lotim saat mendengarkan pengarahan sembari menunggu giliran tes pada sesi berikutnya di kantor BKPSDM Lotim, Rabu, 12 Februari 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Hingga hari ke sepuluh pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), para pelamar berguguran. Dari rekapitulasi sementara, jumlah pelamar yang tidak lulus passing grade sebanyak 3.077 pelamar per tanggal 11 Februari 2020.

Ditemui, Rabu, 12 Februari 2020, Kepala Bidang Data dan Formasi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, L. Agus Satriawan mengatakan, sebanyak 3.077 pelamar yang tidak lulus passing grade. Dari keseluruhan hasil rekapitulasi sementara kehadiran dan nilai ujian SKD CPNS formasi tahun anggaran 2019, jumlah pelamar yang hadir 4.167 pelamar,  tidak hadir 233 pelamar, passing grade 1.090 pelamar dan tidak passing grade 3.077 pelamar. Sementara untuk nilai tertinggi 422 dan nilai terendah 94.

Baca juga:  Dari 6.800 Peserta, 4.471 Peserta SKD CPNS Lotim Gagal Penuhi ‘’Passing Grade’’

Untuk peserta tes, kemarin untuk sesi pertama, jumlah 99 peserta yang hadir, peserta passing grade 32 orang, tidak memenuhi passing grade 67 orang. Sesi kedua memenuhi passing grade 30 pelamar dan tidak memenuhi passing grade 65 orang dari 99 peserta yang hadir. Sedangkan untuk sesi ketiga dari 98 pelamar yang hadir, memenuhi syarat 34 orang dan tidak memenuhi syarat 64 orang.  Sementara pada sesi 4 yang hadir 99 orang dan tidak hadir 1 orang dan yang memenuhi passing grade 43 orang dan  56 orang tidak penuhi passing grade.

Dalam tahapan SKD CPNS ini menggunakan Computer Asissted Test (CAT) sebanyak 100 unit dan dilaksanakan selama 23 hari sejak tanggal 3 sampai 25 Februari 2020 bertempat di gedung CAT kompleks kantor BKPSDM Lotim. Pada saat tes, peserta diingatkan membawa kelengkapan administrasi berupa, asli Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu peserta ujian CPNS, dan bagi tenaga guru yang memiliki sertifikat pendidikan, diwajibkan menyerahkan satu lembar foto copy sertifikat dilegalisir pejabat berwenang.

Baca juga:  Tes SKD CPNS Lotim Digelar 3 Februari

“Temuan kita, beberapa pelamar tidak dapat mengikuti tes karena tidak mebawa KTP, terlambat serta tidak hadir tanpa keterangan,”ujarnya.

Adapun penerimaan formasi CPNS di Kabupaten Lotim tahun anggaran 2019 sebanyak 482 formasi. Dari 482 formasi ini didominasi oleh tenaga guru sebanyak 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan sisanya 57 formasi tenaga tehnis. Di mana untuk tahun ini Kabupaten Lotim hanya membuka untuk formasi umum dan tidak ada formasi khusus dengan usia maksimal 35 tahun. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 4 =