Hari Pertama Relokasi, Sejumlah Pedagang Pasar Paok Motong Tidak Dapat Tempat

Para pedagang menempati pasar baru Paokmotong, Selasa, 11 Februari 2020. Banyak di antara pedagang yang berjualan di pasar lama tidak mendapatkan tempat berdagang. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) mulai melakukan relokasi terhadap para pedagang di Pasar Paokmotong lama ke pasar baru. Proses relokasi dimulai, Senin siang dibantu oleh petugas keamanan dari Kepolisian, Satpol PP dan Dishub Lotim. Untuk hari pertama di pasar baru, Selasa, 11 Februari 2020, sejumlah pedagang masih banyak tidak kebagian tempat atau lapak.

Pantauan Suara NTB, para pedagang tampak berjejer memilih posisi paling strategis untuk berjualan. Pedagang banyak memilih di halaman depan pasar. Meskipun kondisi cuaca yang begitu panas, pedagang yang tanpa atap rela berjemur supaya tempat yang dipilihnya itu tidak diambil oleh pedagang yang lain. Padahal untuk bagian depan pasar merupakan lahan parkir dan tempat bongkar muat barang.

Dari relokasi ini, sejumlah pedagang mengaku tidak kebagian tempat, sehingga mereka terpaksa berjualan di halaman depan pasar daripada barang yang sudah dibelinya tidak laku terjual yang menyebabkannya merugi.

Baca juga:  Perpindahan Pasar Paok Motong, Pedagang Tuntut Kompensasi

Salah satu pedagang, Inaq Muna’ah, kepada Suara NTB, mengaku, sudah berjualan di Pasar Paokmotong sudah berpuluh-puluh tahun dan merasa sudah menyatu dengan kondisi pasar. Untuk itu, secara pribadi sangat menyayangkan pemindahan pasar, meski hajatan dan niat pemerintah sangat baik. Namun ia khawatir di pasar baru dan belum adanya kepastian tempatnya berjualan membuatnya gelisah.

Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Drs. Salmun Rahman, ditemui di Pasar Paokmotong menyebut jika proses relokasi yang dilakukan berjalan aman dan lancar. Para pedagang legowo memindahkan barang-barangnya dengan dibantu oleh petugas. Bahkan dilakukan patroli pengamanan pada malam hari untuk menjaga keamanan barang dari para pedagang yang saat ini masih menyesuaikan diri.

Baca juga:  Belum Digunakan, Plafon Pasar Tanah Mirah Runtuh

Berdasarkan relokasi yang dilakukan ini, Salmun menyebut jika baru 70 persen pedagang yang sudah pindah. Sisanya meminta waktu untuk mengemas barang-barangnya, sehingga relokasi total diprediksi satu minggu ke depan. “Kita secara perlahan-lahan,”kata Salmun.

Terkait adanya pedagang yang belum mendapat lapak, mantan Kepala Bapenda Lotim mengklaim jika seluruh pedagang sudah didata. Bahkan saat ini sedang dilakukan pemerataan tanah di samping SPBU Sikur. Sementara untuk bagian depan pasar tidak diperkenankan adanya pedagang yang berjualan karena dikhususkan untuk lahan parkir. “Ini hari pertama (kemarin,red) jadi pedagang berjualan di depan. Tapi itu akan kita tata,”ujarnya.

Termasuk di lorong-lorong dan jalur terotoar para pedagang tidak akan diizinkan untuk mendirikan lapak maupun menggelar barang-barangnya. Sehingga pasar ini lebih tertata dan tidak semewarut seperti pasar lama. Dari proses relokasi yang dilakukan ini, arus lalu lintas di pasar lama terpantau sangat lancar.

Baca juga:  Belum Digunakan, Plafon Pasar Tanah Mirah Runtuh

Kepala Bidang Retribusi Pada Bapenda Lotim, Jayadi, menyebutkan jumlah pedagang di Pasar Paokmotong lama sebanyak 766 orang dan bertambah sekitar 400 pedagang pada hari Jumat. Untuk jumlah los di pasar lama sebanyak 12 unit, kios 61 unit dan sudah berstatus HGB sebanyak 40 unit dengan 21 unit dibangun secara swadaya oleh pedagang dengan luas Pasar Paokmotong lama 1 hektar.

Sementara untuk di Pasar Paokmotong Baru, jumlah los pasar sebanyak dari dana TP 6 los, 39 kios. Di mana untuk ukuran kios bervariasi sesuai acuan dari pemerintah pusat yaitu 4×6, 6 unit 4×4, 8 unit 3×2,3 meter, sehingga tarifnya bervariasi dengan luas lahan 80 are. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 10 =