Lomba Desa Pangan Aman, Desa Pesanggrahan Wakili NTB

Kunjungan lapangan tim penilai dan verifikasi Lomba Pangan Aman di Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading, Selasa, 10 Februari 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai tingkat perseorangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI menggelar Lomba Desa Pangan Aman sebagai bagian dari Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD).

Salah satu desa di Lombok Timur yaitu Desa Pesanggarahan, Kecamatan Montong Gading terpilih mewakili NTB dan masuk sebagai tujuh besar nominator Desa Pangan Aman tingkat Nasional. Penilaian dan verifikator lapangan dilaksanakan, Selasa, 10 Februari 2020.

Tim Penilai yang diketuai, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha (BPOM) RI, Dewi Prawitasari diterima langsung, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy. Dalam kata penerimaannya, bupati menyampaikan Desa Pesanggarahan sebagai salah satu desa baru hasil pemekaran termasuk desa yang memiliki prestasi, bahkan melampaui desa induknya.

Desa Pesanggrahan dengan penduduk delapan ribu jiwa ini pernah meraih nominasi sebagai salah satu desa terbaik tingkat nasional pada 2013 lalu. Selain itu, Pesanggrahan juga menjadi satu dari sepuluh desa di Indonesia yang merupakan binaan BKKBN.

Bupati menjelaskan secara umum, di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2018 lalu dilihat dari persentase pangan segar dan aman sudah mencapai 85 persen dan belanja pangan aman adalah 36 persen. Kaitannya dengan penilaian Lomba Desa Pangan Aman ini, bupati berharap memperoleh hasil menggembirakan, sebab pemerintah tentunya sudah tidak dapat mengintervensi.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Dewi Prawitasari mengapresiasi semangat dan kinerja pemerintah dan masyarakat Desa Pesanggarahan terkait keamanan pangan masyarakat. Dewi secara spesifik juga memberikan apresiasi terhadap kader yang merekomendasikan pangan aman kepada masyarakat. Ia berharap kunjungan lapangan yang dilakukan di sejumlah titik seperti sekolah, pusat pedagang kaki lima, termasuk dapur rumah tangga, juga sekretariat kader keamanan pangan desa mencerminkan apa yang telah tertuang dalam dokumen yang diverifikasi sebelumnya.

Sementara Kepala Desa Pesanggrahan H. Badrun menegaskan, di desanya semua produk makanan ini sangat aman untuk dikonsumsi dan bebas dari campuran formalin, borak atau jenis bahan-bahan beracun lainnya yang tidak layak konsumsi.

Pesanggrahan sebutnya ditunjuk karena selama ini telah mampu melakukan pembinaan selama setahun terakhir ini mewujudkan program desa pangan aman. Disebut awalnya, ada tiga desa ditunjuk mewakili Lotim, Pesanggrahan, Pijot dan Aikmel Utara. Hingga dalam proses verifikasi lebih lanjut, Desa Pesanggrahan mewakili desa-desa se NTB dan telah dinobatkan masuk enam besar nasional, yakni bersama dengan satu kelurahan di Jakarta, Lampung, Jawa Barat dan Nganjuk Jawa Timur.

Badrun menuturkan, pihaknya sudah bekerja selama setahun membina masyara Sudah dibuat sebuah gerakan pangan aman. Desa ini pun sudah memiliki alat khusus untuk mendeteksi alat tes produk makanan dan daging. (yon/rus)