Program Berkesinambungan Tetap Jalan

Wabup Lotim,  H. Rumaksi Sjamsuddin (Suara NTB/rus)

WAKIL Bupati (Wabup)  Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi Sjamsuddin, SH, angkat bicara terkait pelaksanaan program saat ini. Dikatakannya, pergantian rezim pimpinan bukan berarti program-program sebelumnya ditelantarkan. Melainkan, program-program itu di bawah kepemimpinan, H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi Sjamsuddin (Sukma) dilanjutkan.

“Kita tetap lanjutkan program-program bupati sebelumnya selama berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Terlebih program itu memakan anggaran cukup besar,” ungkapnya pada wartawan belum lama ini.

Misalnya Dermaga Labuhan Haji tetap dianggarkan. Hanya saja dalam pelaksanaan program-program memiliki skala prioritas. Terlebih sudut pandang dari setiap kepala daerah berbeda-beda. Namun perbedaan itu tidak terlalu signifikan. “Yang jelas tidak ada program-program bupati sebelumnya yang ditelantarkan tetap kita anggarkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,’’ tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, SE, meminta supaya pemerintah menunjukkan fakta dalam pemanfaatan Dermaga Labuhan Haji. Tidak hanya sebatas ucapan dilirik-dilirik oleh investor yang menurut Daeng hanyalah alasan klasik. Pemerintah harus menunjukkan bukti nyata dengan mendatangkan investor untuk menjalankan usahanya dengan pemanfaatan Dermaga Labuhan Haji.

“Kita tidak bisa terus-terusan berasumsi dilirik-dilirik. Mana?. Datangkan dong investor itu sehingga Dermaga Labuhan Haji bisa dimanfaatkan. Tidak hanya sekadar berwacana,” kritiknya, Rabu, 5 Februari 2020.

Menurut politisi Partai Golkar ini, dalam pemanfaatkan Dermaga Labuhan Haji tidak mesti harus menunggu investor yang berkegiatan skala besar. Terpenting saat ini di dermaga tersebut terlihat berfungsi dengan hadirnya kegiatan di dalamnya, meski sedikit namun pasti. “Saat ini kegiatan yang ada tempat bongkar muat cangkang. Sementara potensinya jauh lebih besar,” tegas Daeng.

Daeng mengungkapkan keberadaan Dermaga Labuhan Haji lengkap dan memadai. Terlebih memiliki kolam labuh yang memadai, sehingga dapat dijadikan tempat bersandarnya kepala pesiar. Apalagi dermaga yang tidak jauh dari Kota Selong ini memiliki empat dermaga atau jembatan yang dapat difungsikan sesuai pemanfaatannya seperti tempat pendaratan ikan, bongkar muat barang kontainer dan angkutan penumpang.(yon)