Lotim Wujudkan Kampung Inggris Desa Tetebatu Selatan

Mugni (Suara NTB/rus)

TAHUN 2020, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah bersiap mewujudkan Desa Tetebatu Selatan (TBS) Kecamatan Sikur sebagai Kampung Inggris. Untuk mengawalinya, Lotim akan menjalin kerjasama dengan salah satu lembaga kursus yang ada di Pare Kediri Jawa Timur. Para pengajar di lembaga kursus yang ada di Pare tersebut akan didatangkan ke Lotim dengan nilai kerjasama Rp 280 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, Dr. H Mugni kepada media, Kamis, 6 Februari 2020 mengatakan, saat ini masih terkendala anggaran untuk menggelar nota kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Kursus asal Pare tersebut. “Anggaran untuk tutorial ini sudah ada, tinggal anggaran untuk MoU ini yang belum,” jelasnya.

Nilai kerjasama  tembus Rp 280 juta diakui cukup mahal, karena yang dibayar adalah manajemen. “Manajemen itu mahal,” ucap Mugni.

Menurutnya, manajemen ini adalah hal yang utama. Semua orang bisa melaksanakan kursus Bahasa Inggris akan tetapi lemah pada aspek manajemen. Sehingga aktivitas kursus dengan manajemen kurang bagus akan cepat terputus. “Manajemen itu adalah ilmunya,” paparnya.

Anggaran kerjasama tersebut sambung Mugni akan digunakan oleh lembaga kursus asal Pare melakukan pendampingan hingga sembilan bulan ke depan. Dalam pelaksanaan akan didatangkan tutor dari Pare. Termasuk untuk persiapan materi dan transportasi lokal dari Pare-Lombok.

Tim dari Pare ini akan mengajarkan calon tutor sebanyak 40 orang. Calon tutor inilah yang digembleng terlebih dulu yang selanjutnya akan menyebarkan pengetahuannya ke tengah masyarakat. Proses awal dibutuhkan waktu tiga bulan. Setelah itu baru langsung bersentuhan dengan masyarakat membuka kursus.

Selain anggaran kerjasama Rp 280 juta, anggaran lain masih cukup besar dibutuhkan agar bisa benar-benar mewujudakn TBS sebagai kampung inggris. Bisa saja akan diambil tutor dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bisa berbahasa Inggris dan guru-guru Bahasa Inggris di tingkat satuan pendidikan.

Sembilan bulan masa pembinaan ini diyakinkan sudah berhasil mencetak TBS sebagai Kampung Inggris dan ada produk dari Kampung Bahasa Inggris TBS, baik yang bersumber dari masyarakat sendiri atau dari anak-anak sekolah. Rencananya, kata Mugni kalau anggarannya sudah jelas, maka Maret ini sudah bisa pembukaan.

Disebut diawal anggaran dibutuhkan sekitar Rp 1,7 miliar. Anggaran tersebut disebut untuk biaya keseluruhan. Secara bertahap sebutnya di awal tahun ini menggelar grand opening dan selanjutnya akan ada biaya lanjutan. Tahap selanjutnya akan berkembang. Target tahun 2020 ini sudah mulai ada warga yang datang ke TBS untuk kursus bahasa Inggris. Di samping itu, masyarakat dan para penanam modal lainnya dipersilakan untuk berinvestasi membangun lembaga kursus di TBS. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 2 =