Musim Hujan, Jerowaru Masih Dilanda Kekeringan

0
4
Jumase (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Meski sudah memasuki musim hujan, desa-desa yang terdapat di wilayah kecamatan Jerowaru masih dilanda kekeringan. Belum rampungnya penanganan krisis air bersih secara permanen membuat warga di Sekaroh, Ekas Buana, Kwangrundun, Pandanwangi, Seriwe, Batu Nampar dan Batu Nampar Selatan tetap harus membeli air.

Camat Jerowaru, Jumase saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 10 Januari 2020, mengaku, hujan awal tahun 2020 ini tidak setiap hari mengguyur. Saat hujan, warga bisa menampung air melalui bak-bak penampungan yang sudah mereka miliki. Namun, saat tak lagi hujan, warga setempat terpaksa tetap harus membeli air, karena kebutuhan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus tetap ada setiap saat.

“Jadi saat datang musim hujan saja yang tidak kekurangan, saat hujan tidak turun kembali lagi kering,” ucapnya.

Bantuan air dari pemerintah, tambahnya, sudah diakhiri 31 Desember 2019 lalu. Untuk itu, hujan yang turun diharapkan dapat meringankan beban warga. Sebelumnya diakui sebagian besar warga Jerowaru mengalami krisis air bersih. Saat ini, seperti Pemongkong sebagian sudah ada air PDAM, sehingga sebagian masyarakat Pemongkong tidak lagi pusing masalah air. “Tapi itu Pemongkong Barat masih tetap terkena dampak kekeringan,” imbuhnya.

Bantuan air untuk masyarakat desa-desa yang masih terbelenggu krisis air bersih ini dinilai masih perlu diberikan bantuan. Sejauh ini meskipun sudah lepas bantuan pemerintah, namun bantuan-bantuan insidentil dari sejumlah lembaga donor dan dermawan tetap didistribusikan ke masyarakat. (rus)

  Kekeringan di NTB, Lotim dan Loteng Terparah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here