Dijanjikan Dapat Bantuan, Ratusan Purna PMI di Lotim Diduga Jadi Korban Penipuan

0
7
Masyarakat purna PMI yang menyerahkan uang dan berkas di kantor ABI di jalan raya Masbagik. Namun, penyerahan uang dan berkas di Kantor ABI ini dianggap tidak berizin dan Ketua Umum ABI Pusat, Lalu Ahmad Nurdi Hardi Wirawan, menunjukkan AD/ART ABI. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Ratusan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diduga menjadi korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, mantan PMI ini diiming-imingi bantuan senilai Rp5 juta hingga Rp10 juta dengan terlebih dahulu melengkapi syarat administrasi dan mengeluarkan uang sebesar Rp125 ribu.

Dalam menjalankan aksinya, Ahmad Nurdi Hardi Wirawan mendirikan suatu lembaga bernama Asosiasi Broker Indonesia (ABI) yang berkantor di Kecamatan Masbagik bekas Penginapan Kuncup Bunga. Yang bersangkutan mengumpulkan purna-purna PMI, baik laki-laki maupun perempuan untuk diberikan bantuan. Sementara bantuan yang akan diberikan itu sangat tidak jelas kebenarannya dan tanpa adanya koordinasi dengan pemerintah.

 “Informasi adanya pemberian bantuan terhadap purna-purna PMI itu tidaklah benar. Ini akal-akalan yang dilakukan oleh oknum,”terang Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lotim, M. Hirsan, dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 7 Januari 2020.

Dari sidak yang dilakukan ke kantor ABI di Masbagik, M. Hirsan mengatakan jika ABI tersebut belum mengantongi izin. Sementara perekrutan yang dilakukan benar adanya untuk pengambilan dokumen purna PMI dan membayar untuk membuat rekening sebesar Rp100 ribu dan membayar iuran materai serta map dan lain-lain sebesar Rp25 ribu.

Terkait tindakan ini, kata Hirsan, jika mengacu kepada aturan di Disnakertrans Lotim, yang bersangkutan secara jelas sudah melakukan unsur penipuan, karena pihak dari ABI tidak bisa menunjukkan legalitas formal yang dimiliki oleh asosiasi itu sendiri. Maka dari pihak Disnakertrans Lotim sudah memberikan peringatan pertama untuk menghentikan kegiatan yang dilakukan. “Apabila sikap pemerintah tidak diindahkan, maka kita akan mengambil tindakan tegas dengan melaporkannya ke ranah hukum,” ungkapnya.

  BRI Belum Berani Cairkan Dana Perbaikan Rumah Korban Gempa

Indikasi lain yang ditemukan yaitu masyarakat akan dimasukkan dalam keanggotaan ABI itu sendiri. Adapun masyarakat tertarik untuk menyerahkan data dan paspornya dikarenakan dijanjikan bantuan yang nilainya cukup fantastis. M. Hirsan juga mengaku keberatan bahwa dalam dugaan penipuan ini melakukan pencatutan terhadap nama pemerintah daerah. “Intinya ini sudah masuk unsur penipuan dan akan kami lakukan tindakan tegas,” janji Hirsan.

Kepala Disnakertrans Lotim, H. Supardi, mengaku tidak pernah mendapat informasi tersebut. Ia sangat disayangkan tindakan yang dilakukan itu menjual nama pemerintah daerah dan menarik uang ke masyarakat. Dikhawatirkan pula tindakan ini mengarah ke indikasi yang lain berupa pencurian data masyarakat.

Terpisah, Ketua Umum ABI Pusat, Lalu Ahmad Nurdi Hardi Wirawan, mengklaim purna PMI yang dimintai administrasi kependudukannya dan paspornya akan menerima bantuan bagi purna PMI. Jumlah uang yang dikeluarkan oleh masyarakat sebesar Rp100 ribu diperuntukkan untuk pembuatan rekening. Jika purna PMI itu mendapat bantuan, maka akan dipanggil dan dibuatkan rekening. Sementara yang tidak dapat, uang yang sudah dikeluarkan dikembalikan.

Dijelaskannya, dikumpulkan masyarakat purna PMI ini berdasarkan informasi dibutuhkan sekitar 500 purna PMI untuk diberikan bantuan dari Hj. Misra’ah dari BP3TKI. Itulah yang mendasarinya melakukan perekrutan PMI kemudian ditindaklanjuti. Disebutkan jika hingga empat hari perekrutan jumlah PMI purna yang menyerahkan berkas dan uang sekitar 500 orang lebih.

Sementara,Hj. Misra’ah, CEO Komunitas Kerja Buruh Migran dan perpanjangan tangan dari BP3TKI, membantah jika dirinya yang meminta kepada Lalu Ahmad Nurdi Hardi Wirawan, untuk mengumpulkan masyarakat terlebih meminta dokumen serta uang. Katanya, dari BP3TKI hanya melakukan program rehabilistasi dan sosialisasi dari tahun 2017 dengan berkoordinasi bersama Disnakertrans Lotim.

  Petani Harus Mampu Paham Situasi Iklim

Kegiatan-kegiatan yang dilakukannya pun disertai dengan bukti-bukti bahwa sudah dilakukan sosialisasi dan rehabilitasi. Sementara rekening yang dipegang itu milik binaannya di Kecamatan Suralaga dan merupakan program dari BP3TKI. Dibuatkan rekening perorangan karena akan dilakukan pembinaan dengan usahan sendiri-sendiri seperti saos cabai, saos tomat dan manisan tomat yang sudah dibuat dari tahun 2017, 2018 sampai 2019.

Sedangkan pada akhir 2020, lanjutnya, program tersebut sudah tutup dan dimungkinkan ada program baru, sehingga akan dilakukan pendataan lagi terutama pemulangan dari BP3TKI bagi TKI purna yang depresi, cacat atau tidak digaji yang dibina dan dibantu. Hanya saja, kata dia, dari penjelasan itu ditafsirkan lain oleh Ketua ABI hingga dikumpulkan masyarakat dan permintaan uang.

Terkait tindakan ini, Hj. Misra’ah menegaskan jika tindakan itu salah karena harus melakukan pendataan terhadap masyarakat yang berhak menerima. Kemudian, Wawan-sapaan akrabnya pada saat itu meminta supaya secapatnya mencetak rekening bagi masyarakat dengan menyodorkan uang sebesar Rp5 juta.

Namun Hj. Misraah menolak karena program tersebut belum nyata. Hj. Misra’ah mengaku akan menuntut tudingan terhadap dirinya baik berupa penipuan dan pencemaran nama baik. “Dari program kami, datanya sudah jelas dan kriterianya juga jelas. Bukan mengumpulkan masyarakat lalu memintainya sejumlah uang,”tegasnya.

Sementara, Ketua Forum Peduli TKI Lotim, Henli, mengaku sudah menerima laporan ini sekitar empat hari. Para purna PMI ini diminta membawa uang sebesar Rp100 ribu menjadi anggota ABI serta akan diberikan uang bantuan sebesar Rp5 juta. Dari pengecekan yang dilakukan, Henli sangat menyayangkan menggunakan purna PMI terutama ada indikasinya menambah anggota. “Selaku ketua forum peduli TKI, saya sangat keberatan. Ini sudah jelas ada unsur penipuan. ABI ini sejenis bisnis online,”jelasnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here