Sembalun Dikhawatirkan Alami Kekeringan Permanen

Lahan pertanian Sembalun yang tumbuh subur. Namun, di masa mendatang, Sembalun dikhawatirkan alami kekeringan permanen, karena sumber mata air makin menyusut. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Wilayah Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dikhawatirkan akan mengalami kekeringan secara permanen. Hal ini terlihat dari kondisi beberapa tahun terakhir debit air dan jumlah mata air di Sembalun terus menyusut.

“Dari belasan mata air yang dulu, sekarang tersisa tinggal lima mata air dan itupun airnya terus berkurang” ungkap warga Sembalun, Mertawi kepada Suara NTB, Kamis,  5 Desember 2019.

Mertawi alias Amaq Ujang yang juga Sekretaris Dinas Pariwisata Lotim ini mengatakan hotel-hotel yang ada di Sembalun saat ini pun tengah mengalami krisis air bersih. Pemilik hotel terpaksa membeli air setiap harinya.

Musim kemarau yang berkepanjangan ini pun membuat lahan-lahan pertanian pun mengalami hal yang sama. Petani terpaksa melakukan pengeboran di lahannya untuk menyirami tanamannya. Aktivitas pengeboran ini di satu sisi diduga menjadi penyebab merosotnya debit air. Akan tetapi, petani tak bisa dilarang, karena pengeboran dilakukan di atas lahannya sendiri.

Untuk lahan pertanian dikhawatirkan juga oleh Amaq Ujang, Sembalun hanya sekali bisa menanam setiap tahunnya. Sembalun kembali ke masa lalu, dimana dikarenakan persoalan air masyarakat petani hanya bisa sekali menanam. Perbedaannya antara dulu dengan sekarang, sambungnya, kondisi soal air ini berbanding terbalik.

Dijelaskan, pada beberapa tahun silam, Sembalun sekali bercocok tanam karena kebanyakan air. Petani tak bisa bercocok tanam saat musim hujan karena Sembalun banjir air. Sementara sekarang hanya bisa menanam saat hujan. Kemarau tak bisa lagi karena tak ada air.

Mertawi berharap, Sembalun dapat segera diselamatkan. Sebagai Kawasa Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Sembalun perlu intervensi dari pemerintah pusat untuk menyelamatkan air Sembalun.

Camat Sembalun, Zaidar Rohman sebelumnya mengakui krisis air yang dialami warga Sembalun. Mulai dari Sembalun, Sembalun Lawang, Sajang dan Bilokpetung serta Timba Gading juga mengalami krisis air bersih.

Dalam penanganannya oleh UNICEF sudah turut membantu bersama dengan Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB. Khusus Sajang diakui memang pernah juga dibangunkan sambungan air dari pegunungan. Akan tetapi rusak akibat gemba beberapa waktu lalu, sehingga saat ini warga Sajang ada yang membeli air dan menunggu bantuan dari pemerintah. “Sekarang terlihat kekurangan air memang Sajang,” imbuhnya. (rus)