Banyak Data Pelamar Bermasalah, Penerimaan CPNS Harus Tegas pada Aturan

Rohman Farly (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah berakhir tanggal 25 November 2019 lalu. Hanya saja, dalam tahap verifikasi dan supervisi banyak ditemukan data pelamar yang bermasalah. Bahkan mencapai dua ribuan. Terkait kondisi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. Rohman Farly, meminta supaya panitia tetap tegas pada aturan.

Sekda yang juga selaku ketua panitia penerimaan CPNS Lotim, mengungkapkan penerimaan CPNS sudah ada aturan yang mengaturnya. Itu artinya, pemerintah daerah harus tegas terhadap aturan main yang sudah ditetapkan supaya nanti tidak ada tindakan-tindakan diskriminatif yang dapat merugikan masyarakat.

Momentum penerimaan CPNS, katanya, merupakan salah satu jalan masyarakat dalam menuntut hak-haknya untuk mendapat perhatian dari pemerintah dengan diangkat sebagai CPNS/PNS. Sehingga dengan pelayanan dan jam kerjanya, masyarakat lebih mendapatkan hak-haknya yang lebih layak. “Pemerintah daerah harus tegas terhadap aturan yang sudah ditetapkan,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BKPSDM Lotim, H. M. Isa, SAP, melalui Kepala Bidang Data dan Formasi, Yulian Ugi Lusianto, menyebutkan bahwa dari 12.771 pelamar CPNS di Kabupaten Lotim. Per tanggal 2 Desember lalu, sebanyak 457 pelamar yang berkasnya belum diverifikasi dan ditargetkan tuntas kemarin. Sementara sebanyak 4.751 yang belum disupervisi dan ditargetkan dapat selesai dua hari ke depan.

Sehingga pada hari Sabtu besok akan difinalkan beberapa permasalahan untuk kemudian diplenokan. Barulah keluar jumlah pelamar apakah masuk dalam katagori memenuhi syarat (MS) ataupun tidak memenuhi syarat (TMS) dari 12.771 pelamar CPNS di Kabupaten Lotim. (yon)