Pembangunan Taman Wisata Labuhan Haji

Taman wisata pantai Labuhan Haji Kabupaten Lotim yang belum ada kelanjutan  pembangunan. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Terlihat selama setahun terakhir ini Taman Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mangkrak. Selama kurun waktu 2019 hampir tidak ada aktivitas pembangunan. Tahun 2020, Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim mencoba mengusulkan kelanjutan pembangunannya dibiayai oleh pemprov NTB.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Lotim, Samsul Hakim. Menjawab Suara NTB, Selasa, 3 Desember 2019, ia menuturkan beberapa waktu lalu staf Gubernur sudah mengunjungi kawasan Pantai Labuhan Haji dan lokasi pembangunan Ancol Mini itu.

“Kita sekarang dalam tahap mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Insya Allah katanya Lotim yang paling menarik,” urai Samsul Hakim. Lotim memiliki daya dukung yang cukup lengkap. Harapannya dana dari provinsi ini dapat terealisasi.

Dari APBD Kabupaten Lotim sendiri, sambungnya tidak ada anggaran khusus yang dipersiapkan tahun 2020 mendatang untuk kelanjutan pembangunan Taman Labuhan Haji. Dari APBD tahun 2020 hanya dapat Rp284 juta. Anggaran itupun hanya diperuntukkan untuk membangun sejumlah fasilitas penunjang kecil-kecilan di beberapa objek wisata. “Ada yang di Labuhan Haji, ada juga di beberapa tempat lainnya seperti Sembalun,” ungkap Hakim.

Selain menunggu cipratan dana dari provinsi, Dispar Lotim berencana akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Disebut DAK sekitar Rp600 juta yang akan coba diarahkan untuk kelanjutan pembangunan.

Cita-cita segera menjadikan Labuhan Haji sebagai kawasan wisata layaknya seperti Ancol Jakarta diyakini akan bisa diwujudkan. Hanya saja butuh waktu. “Cita-cita itu pasti akan terwujud, ketika anggaran mencukupi,” ungkapnya.

Menurut Samsul Hakim, jika benar-benar ada dana dari pemerintah provinsi mendukung kelanjutan pembangunan maka tahun 2021 mendatang sudah bisa langsung beroperasi. Atau paling telah tahun 2022 mendatang sudah  bisa terwujud. “Insya Allah tahun 2020 pasti akan ada pembangunan disitu,” ungkapnya. Ditambahkan, untuk mempercepat terwujudnya Ancol Mini itu diharapkan dari pemerintah provinsi ini bisa memberikan anggarannya.

Dari investor pun kata Samsul Hakim juga sudah ada yang melirik untuk melanjutkan pembangunan. Akan tetapi, karena belum ada kepastian sehingga tidak berani disiarkan. “Investor masih dalam tahap persentasi dan lainnya dan kita tidak berani publikasikan sampai benar-benar ada kepastian,” demikian. (rus)