2.019 Data Pelamar CPNS di Lotim Ditemukan Bermasalah

Tim verifikasi dan supervisi penerimaan CPNS tahun 2019 di Kabupaten Lotim tengah memeriksa kelengkapan berkas para pelamar di gedung CAT Lotim. Hingga Senin (2/12) kemarin, sebanyak 2.019 data pelamar CPNS di Lotim ditemukan bermasalah. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah menyelesaikan verifikasi dan supervisi berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Pasalnya hingga, Senin, 2 Desember 2019 pagi, ditemukan sebanyak 2.019 data pelamar bermasalah.

Kepada Suara NTB, Kepala BKPSDM Lotim, H. M. Isa, SAP, melalui Kepala Bidang Data dan Formasi, Yulian Ugi Lusianto, menyebutkan dari 12.771 pelamar CPNS di Kabupaten Lotim. Sebanyak 457 pelamar yang berkasnya belum diverifikasi dan ditargetkan tuntas, Senin kemarin. Sementara sebanyak 4.751 yang belum disupervisi dan ditargetkan selesai dua hari ke depan.

Untuk itu, hari Sabtu mendatang akan difinalkan beberapa permasalahan untuk kemudian diplenokan. Barulah keluar jumlah pelamar apakah masuk dalam katagori memenuhi syarat (MS) ataupun tidak memenuhi syarat (TMS) dari 12.771 pelamar CPNS di Kabupaten Lotim. Akan tetapi jumlah data pelamar yang bermasalah bisa bertambah dan bisa berkurang, karena waktu verifikasi TMS namun disupervisi dinyatakan MS. Hal seperti inilah yang juga menjadi bahan dalam pleno nantinya.

Ugi menambahkan, dari 2.019 pelamar yang berkas lamarannya ditemukan bermasalah itu. Rata-rata disebabkan akreditasi prodi yang tidak dilampirkan, Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga kesehatan serta tidak melampirkan surat pernyataan sebagaimana yang telah dibuat oleh BKPSDM Lotim. Termasuk bermasalahnya berkas pelamar dikarenakan kualifikasi pendidikannya yang tidak sesuai.

Setelah proses pleno. Maka akan dilakukan pengumuman dengan diberikan waktu sanggah selama 3 hari pada bulan Desember ini. Dalam masa sanggah itu, pelamar yang dinyatakan TMS bisa mengajukan sanggahan atau keberatan. Barulah apa yang menjadi sanggahan tersebut dipelajari apakah persoalan itu merupakan kesalahan dari pelamar atau tim verifikasi ataupun supervisi.

Diberitakan sebelumnya, penerimaan formasi CPNS di Kabupaten Lotim tahun 2019 sebanyak 482 formasi. Dari 482 formasi ini didominasi oleh tenaga guru sebanyak 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan sisanya 57 formasi tenaga tekhnis. Dimana untuk tahun ini Kabupaten Lotim hanya membuka untuk formasi umum dan tidak ada formasi khusus dengan usia maksimal 35 tahun. (yon)