Peroleh DIPA Terbesar, DPRD Berharap Berbanding Lurus dengan Kinerja

Murnan (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pada tahun 2020 mendatang, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meraih dana transfer pusat terbesar dibandingkan 9 kabupaten/kota lainnya se NTB. Suntikan dana pusat Rp 2,08 triliun dinilai sudah semestinya melihat jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya.

‘’Perolehan dana yang besar itu diharapkan berbanding lurus dengan kinerja aparatur dan upaya penurunan seabrek masalah yang ada di Lotim,’’ harap Ketua DPRD Lotim, Murnan, SPd., saat diwawancara Kamis, 28 November 2019.

Politisi PKS ini mengaku, fakta Lotim sebagai daerah sebagai daerah paling tinggi angka kemiskinannya se NTB, menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Begitu juga, angka penganggurannya, paling banyak rumah kumuh, masih rendah indeks pembangunan  manusia (IPM) harus diselesaikan secara bersama-sama.

Meski demikian, pihaknya harus mencermati anggaran pusat yang besar ini secara mendetail. Pihaknya tidak ingin anggaran besar ini hanyalah untuk membayar gaji pegawai dan honorer. Apalagi ada tambahan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk gaji eks K2 membuat terjadinya penambahan secara otomatis belanja dari para pegawai.

Diakuinya, anggaran besar ini sudah sangat rasional, karena pusat punya hitung-hitungan tersendiri. Murnan menilai, pertama, yang besar ini bukan Dana Alokasi Umum (DAU), akan tetapi ada komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) baik yang reguler maupun afirmatif.

Di samping itu ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikarenakan jumlah sekolah Lotim cukup banyak, Biaya Operasional Pendidikan Anak Usia Dini. DIPA menjadi besar juga karena Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBH CHT). Di mana petani tembakau di Lotim cukup besar. “Saya kira wajar itu, ketika APBN besar makan otomatis dana transfer ke daerah-daerah juga pasti besar,”ungkapnya.

Bagi DPRD, dirinya tidak berbangga dengan pemberian anggaran besar dari pusat. Dewan Lotim katanya akan lebih berbangga kalau ada peningkatan signifikan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Murnan, dana transfer yang besar menunjukkan Lotim tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan pusat. Di mana, PAD sejauh ini masih sangat kecil. Target 2020 mendatang hanya Rp 322 miliar. Potensi-potensi besar sebagai sumber PAD harus segera dioptimalkan. (rus)