Pakan Ternak Terganggu Akibat Kemarau

Kegiatan fermentasi pakan ternak yang dilakukan di Suralaga beberapa waktu lalu. Fermentasi ini dilakukan untuk menyikapi minimnya pakan ternak di musim kemarau. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Kemarau panjang tidak saja berujung krisis air bersih di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pakan ternak pun turut terganggu. Di mana rumput-rumput hijau berkurang. Menyikapi hal ini, Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim menyarankan para peternak untuk melakukan fermentasi pakan.

Kepala Bidang Peternakan Disnakeswan Lotim, Mustawan kepada Suara NTB, Rabu, 27 November 2019, musim kemarau saat ini tidak bisa mengandalkan rumput hijau. Karenanya, penyediaan pakan dengan cara fermentasi dinilai bisa menjadi solusi bagi peternak.

Fermentasi pakan ternak seperti jerami, ujarnya, dinilai sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Di mana bisa dilakukan secara tradisional. Hanya saja memang perlu pelatihan kepada peternak. Seperti yang sudah dilakukan di Suralaga beberapa waktu lalu, melakukan fermentasi jerami.

Pemberian pakan dari hasil fermentasi ini diyakini bisa meningkatkan berat badan ternak. Selain itu, perilaku peternak yang mengutamakan pakan hijau juga perlu diubah. Di mana ternak juga membutuhkan pakan hasil fermentasi.

Kualitas pakan hasil fermentasi ini tidaklah kalah dengan yang hijau. Kegiatan fermentasi ini juga menunjukkan cara bahwa di Lotim ini tidaklah terjadi krisis pakan ternak. Lotim terbilang kaya dengan pakan-pakan alternatif. “Kita tidak kekurangan pakan,” imbuhnya.

Dilihat dari ketersediaan pakan, sudah ada dan banyak di tengah masyarakat. Hanya saja memang diperlukan pengolahan, sehingga peternak perlu diberikan pemahaman. Pada pelatihan fermentasi di Suralaga beberapa waktu lalu, ujarnya, cukup dengan menaburkan MA 11. Yakni alat dekomposer inovatif yang dapat memfermentasi bahan kompos yang dinilai baik untuk konsumsi ternak.

Selain itu disarankan peternak untuk menanam lamtoro dan turi. Dua pohon ini dinilai sangat tahan air dan setiap saat bisa dipanen untuk pakan ternak. “Ini bisa menjadi alternatif untuk ketersediaan pakan pada musim kemarau ini,” demikian ucapnya. (rus)