Defisit Rp66 Miliar, Sejumlah OPD Kurang Mampu Eksekusi Anggaran

Daeng Paelori (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Gambaran defisit anggaran dalam struktur APBD 2020 Pemkab Lombok Timur (Lotim) antara belanja dengan pendapatan Rp 66 miliar diklarifikasi Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori. Dijelaskan, defisit tersebut karena belum dimasukkannya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) 2019.

Kemunculan SilPA yang cukup besar itu, ujarnya, diduga sejumlah OPD kurang mampu mengeksekusi anggaran. Ada beberapa OPD yang ratusan miliar belum dibelanjakan. Padahal katanya saat ini sudah berada pada penghujung tahun. “Masih banyak OPD yang belum mampu eksekusi programnya secara maksimal,” ungkapnya pada Suara NTB, Rabu, 27 November 2019.

Pihaknya mengharapkan, pada pelaksanaan program pembangunan 2020 mendatang dengan APBD Rp 2,7 triliun diharapkan lebih baik. Pertama, mulai dari perencanaan tidak boleh lagi terlambat dilakukan. Awal tahun harus sudah eksekusi anggaran. “Per Januari itu harus sudah memulai pelaksanaan kegiatan, jangan seperti sebelumnnya bulan Juni-Juli baru mulai,” ujarnya mengingatkan.

Eksekutif juga diminta mempercepat eksekusi anggaran. Minimal setelah APBD diketok, sampai akhir Desember mendatang sudah rampung semua perencanaan, sehingga pada bulan Januari sudah mulai pelaksanaan semua program kegiatan.

Apalagi dari struktur APBD, ujarnya, tergambar  sebagian besar anggaran diarahkan untuk pembangunan fisik dan belum banyak menyentuh peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, Pemkab Lotim masih terjebak pada kegiatan pembangunan infrastruktur dasar.

Sekarang ini, ujarnya, arah pembangunan Lotim banyak ke pembangunan infrastruktur dasar. Di antaranya, pembangunan sarana air bersih, infrastruktur jalan, salurah irigasi, pembangunan rumah kumuh dan sarana mendasar lainnya.

Untuk Daeng mengingatkan dalam mekanisme pembagunan harus disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM). Meskipun masih banyak ke infrastruktur dasar akan tetapi diyakini semua kegiatan tersebut akan berimbas kepada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Lotim. (rus)