Rusunawa Labuhan Lombok Mangkrak

Rusunawa Labuhan Lombok yang terlihat masih mangkrak dan akan diperbaiki kembali oleh pemerintah.  (Suara NTB/cem)

Selong (Suara NTB) – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diakui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lotim saat ini masih mangkrak. Bangunan lima lantai berisi 60 unit kamar ini ditinggal oleh penghuninya pascagempa beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perkim Sahri saat dikonfirmasi, Selasa,  12 November 2019  mengatakan, rusunawa yang berada tak jauh dari Pelabuhan Labuhan Lombok ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diperuntukkan bagi nelayan singgah.

“Ketika nelayan-nelayan dari luar Pulau Lombok, bersandar dan menjual hasil tangkapannya di Labuhan Lombok bisa tinggal dan bermalam di rusunawa itu,” terangnya.

Hal tersebut menjadi tuntutan juga dari sejumlah nelayan yang berasal dari Luar Lombok. Menurutnya, sebelum terjadi gempa, rumah ini sudah dimanfaatkan dan ditempati warga. Akan tetapi, saat gempa melanda membuat bangunan rusunawa mengalami kerusakan. Apalagi, lokasi tempat berdirinya rusunawa tersebut merupakan jalur gempa.

Beberapa waktu lalu, ujarnya, konsultan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mengunjungi lokasi dan siap akan melakukan perbaikan. Harapannya, tahun 2020 mendatang bisa kembali diperbaiki. Kementerian PUPR nantinya akan menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada Pemkab Lotim. “Setelah dilakukan rehab dan akan diserahkan ke Pemkab Lotim, kita (Pemkab Lotim) nanti yang akan mengelola,” imbuh Sahri.

Meski demikian, ujarnya, tingkat kerusakan bangunan rusunawa tidaklah terlalu parah. Sesuai hasil pemeriksaan konsultan, kualitas gedung masih cukup bagus untuk ditempati, karena konstruksi bangunan dinilai sudah tahan gempa. “Kalau kontruksinya tidak tahan gempa, mungkin sudah ambruk,” imbuhnya.

Setelah resmi nanti dibawah pengelolan Pemkab Lotim, rusunawa ini akan ditata lebih baik. Akan diberlakukan sistem sewa Rp 200 ribu per unit kamar selama sebulan. Di mana, dalam satu kamar ini lengkap dengan fasilitas ruang tamu, dapur dan kamar mandi.

Selain di Labuhan Lombok, ada juga rusunawa di Labuhan Haji. Bangunan rusunawa di Labuhan Haji ini kapasitasnya 45 unit kamar. Untuk rusunawa ini sebagian besar sudah dihuni. Adapun penghuninya adalah masyarakat kurang mampu atau yang berpenghasilan rendah. (rus)